Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ciptakan Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Siap Memanfaatkan Teknologi

Yosep Awaludin • Kamis, 1 Agustus 2024 | 13:19 WIB
Polbangtan Bogor gelar Seminar Nasional Swasembada Pangan
Polbangtan Bogor gelar Seminar Nasional Swasembada Pangan

RADAR BOGOR - Kemampuan dan pengetahuan yang lebih besar untuk bertindak, terutama dalam hal pangan, memungkinkan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri melalui berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Petani dapat melakukan budidaya lebih mudah dengan teknologi modern yang digunakan dalam bidang pertanian, yang menjadikannya lebih efisien. Selain itu, teknologi ini menarik petani milenial untuk bergabung dalam usaha pertanian.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyelenggarakan Seminar Nasional hybrid pada Rabu, 31 Juli 2024, sebagai bagian dari Dies Natalis ke-6.

Para ahli di bidang pangan, baik dari akademisi maupun praktisi, diundang ke seminar dengan tema Pertanian Modern Mendukung Swasembada Pangan.

Di antaranya adalah Prof. Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS; Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, PhD; Dr. Nat. Tech. Rizki Maftukhah; Dr. H. Ismau Alim; dan Prof. Dr. Lukman Effendy, M.Si.

Sumber daya manusia (SDM) adalah tulang punggung pembangunan pertanian, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Oleh karena itu, Mentan Amran mengatakan SDM pertanian harus memiliki kualitas yang baik.

Amran menyatakan bahwa empat kunci yang harus dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni adalah bekerja secara optimal, fokus, cepat, dan berorientasi hasil.

Sementara itu, Dedi Nursyamsi, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), mengatakan bahwa dengan menerapkan langkah-langkah yang sangat spesifik untuk sistem dan lokal, sistem pertanian dapat menjadi lebih tangguh.

"Petani, penghuni hutan, nelayan, dan orang-orang di rantai pasokan perlu mengadopsi serangkaian tindakan, yang rinciannya akan bergantung pada keadaan masing-masing," ujarnya.

Menurut Guru Besar IPB Hadi Susilo, Internet of Things dapat menjadi solusi untuk masalah pertanian, termasuk dua bidang utama yang dapat dievaluasi oleh IoT dalam pertanian: Pertanian Presisi: gagasan tentang pendekatan berbasis IoT yang membuat pertanian lebih terkontrol dan akurat.

Peternakan Ternak Presisi: Peternak dapat mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan kawanan dengan menggunakan teknik pertanian cerdas untuk melacak kebutuhan spesifik hewan dan menyesuaikan nutrisi mereka.

Di tahun 2045, Indonesia diharapkan dapat mewujudkan cita-citanya menjadi lumbung pangan dunia dan melakukan swasembada pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh bangsa. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kementan #polbangtan