RADAR BOGOR - Camat Parung, Adhi Nugraha mengungkapkan penyebab sampah dan genangan air comberan di bangunan Eks warteg Sederhana di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor tak kunjung teratasi.
Kepada Radar Bogor, ia mengaku, sampah dan genangan air comberan di eks bangunan warteg itu dikarenakan tertutupnya saluran air. Sehingga air tidak bisa mengalir dan mengenang.
"Jadi itu ditutup saluran airnya oleh pemilik lahan di seberang eks bangunan warteg. Karena keberatan saluran airnya di ke tanahnya," kata camat kepada Radar Bogor.
Adhi mengaku, sudah beberapa kali dilakukan pembersihan. Di antaranya menyedot air comberan yang mengenang di sekeliling eks bangunan warteg itu dengan menggunakan bantuan damkar sektor Parung.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, ia mengaku akan memanggil pemilik lahan. Mencari solusi perihal sampah dan genangan air comberan eks warteg tersebut.
"Genangan ini disebabkan ditutupnya saluran drainase di hilirnya oleh pemilik lahan. Kami sedang komunikasikan dan akan kami undang ke kecamatan untuk penanganan kedepannya bersama instansi terkait," tukasnya.
Diberitakan Radar Bogor sebelumnya, bau busuk tercium pekat di simpang Jalan Raya Parung. Aroma itu semerbak menusuk hidung siapa saya yang melintasi Jalan Raya Parung itu. Bukan saja busuk, aroma pesing juga tercium menyengat.
Sumber bau itu berada bangunan Eks warteg Sederhana. di pinggir jalan utama Parung. Lokasinya 3,6 km dari kantor kecamatan Parung. Adanya di sebelah kiri jalan. Tepat di seberang kanan ikon Parung: pohon jubleg.
Bangunan dengan tembok berbalut keramik. Bertuliskan warteg Sederhana berwarna merah hati. Ukuranya sekitar 3x4 meter.
Kondisi bangunan Eks warteg itu kumuh. dipenuhi sampah. Di sekeliling bangunan itu digenangi air. Warnanya hitam. (all)
Editor : Yosep Awaludin