RADAR BOGOR - Lembaga Regional Economic Development Blackforest -Baar - Heuberg Wirtschaftsforderung SBH asal Jerman melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Bogor.
Agenda yang dibawa dalam kunjungan Lembaga pendidikan asal Jerman itu, adalah menggelar kerja sama pendidikan.
Managing Director Regional Economic Development Blackforest - Baar - Heuberg Wirtschaftsforderung SBH Germany Henriette Stanley mengatakan, kunjungan ke Bogor adalah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Serta memperkuat ekonomi regional melalui kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi dan ausbildung.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat Abur Mustikawanto berharap dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.
Terkhusus dalam bidang pendidikan, agar mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Bogor semakin meningkat.
"Kami sangat senang karena ini membuka peluang bagi generasi muda untuk memanfaatkan peluang berkarir melalu program kuliah vokasi atau ausbildung dan melanjutkan studi di Jerman," ungkapnya.
Penanggung jawab kerja sama Asylak Mansur menjelaskan, selama kunjungan, delegasi Jerman akan melakukan berbagai kegiatan.
Antara lain visitasi ke berbagai sekolah, universitas, pesantren, dan lembaga sosial kemasyarakatan
"Semua ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan membangun kemitraan Indonesia dan Jerman," jelasnya.
Pihaknya sendiri sangat berharap agar setelah ini peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkarir dan melanjutkan study di Jerman semakin terbuka lebar.
Terlebih telah dilakukan MoU juga dalam kunjungan delegasi Jerman ini.
"Acara ini juga dilakukan lanjutkan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pendidikan antara delegasi Jerman dengan KCD wilayah 1 dan 2 provinsi Jawa Barat," ungkapnya.
Lebih lanjut, salah satu penggagas kunjungan ini sekaligus Direktur bidang kerja sama strategis Global katalyst EV, Dody Primanda Kadarisman kunjungan delegasi ini tak hanya di Bogor.
Kunjungan yang berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 2 hingga 15 Agustus 2024 ini mencakup sejumlah wilayah Indonesia lain.
Mulai dari pulau Jawa, Sumatera, Babel, hingga Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
"Ini simbol komitmen Jerman dalam mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia," ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga