Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantu Penanganan Stunting di Kota Bogor, KKN-TI IPB Laksanakan Program Budikdamber Berbasis Aquaponik

Yosep Awaludin • Senin, 5 Agustus 2024 | 09:28 WIB
Program kegiatan menanam sayuran, tanaman obat keluarga, dan penerapan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) berbasis aquaponik di Kebun Stunting oleh tim KKN-TI IPB bersama PKK di Kelurahan Loji.
Program kegiatan menanam sayuran, tanaman obat keluarga, dan penerapan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) berbasis aquaponik di Kebun Stunting oleh tim KKN-TI IPB bersama PKK di Kelurahan Loji.

RADAR BOGOR - Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Menurut WHO, stunting ditandai dengan tinggi atau panjang badan anak yang berada di bawah standar.

Di Indonesia, faktor risiko stunting meliputi panjang lahir yang pendek, pendidikan ibu yang rendah, tinggal di desa, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), tidak melakukan ANC (Antenatal Care), tidak imunisasi, dan tidak pemberian ASI eksklusif.

Selain itu, status sosial ekonomi rumah tangga yang rendah, sanitasi yang tidak memadai, air minum yang tidak diolah, kelahiran prematur, tinggi ibu yang kurang, dan pendidikan yang rendah juga merupakan faktor penting dalam menentukan stunting.

Upaya pencegahan stunting meliputi edukasi tentang pola makan seimbang, peningkatan akses pada layanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi yang memadai, serta ketersediaan bahan makanan bergizi.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan angka stunting hingga 2025 sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengakhiri kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan (Nirmalasari 2020).

Berdasarkan data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan oleh WHO, pada tahun 2020 sebanyak 22% atau sekitar 149,2 juta balita di dunia mengalami kejadian stunting.

Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada 2019, angka stunting di Indonesia mengalami penurunan menjadi 27,7%.

Menurut Kemenkes RI, pada tahun yang sama angka stunting di Jawa Barat juga mengalami penurunan menjadi 26,21%. Sementara itu di Kota Bogor, angka stunting mengalami kenaikan dari 4,52% pada tahun 2019 menjadi 10,50% di tahun 2020 (LPPM IPB, 2020).

Karena permasalahan stunting yang ada, dilakukanlah program kegiatan menanam sayuran, tanaman obat keluarga, dan penerapan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) berbasis aquaponik di Kebun Stunting oleh tim KKN-TI IPB bersama Ibu-ibu PKK di Kelurahan Loji.

Program tersebut dijalankan sebagai upaya dalam pencegahan stunting di Kelurahan Loji. “Terdapat baduta dan balita di Kelurahan Loji yang terdata sebagai stunting sebanyak 44 anak yang di mana terjadi peningkatan sebelumnya dari angka 39 anak.” kata Dilansir dari Liyana, Ibu PKK Kelurahan Loji.

Hal ini tentunya membuat tim KKN-TI IPB Loji berupaya untuk membantu dalam proses pembuatan kebun stunting. Harapannya hasil dari kebun stunting bisa dimanfaatkan ibu-ibu PKK Kelurahan Loji sebagai bahan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk didistribusikan setiap harinya di kelurahan Loji.

Kegiatan ini berlangsung 15-17 Juli 2024 di Kebun Stunting PKK Loji yang terletak di RW 02 dengan bantuan ibu-ibu PKK Loji dan perangkat Kelurahan Loji.

Berbagai jenis sayuran yang ditanam di antaranya kangkung, terong, pakcoy. Sedangkan untuk TOGA di antaranya Temulawak, Temu ireng, Jahe, Telang, dll.

Metode budikdamber ikan lele berbasis akuaponik yang juga diterapkan tidak hanya dapat menyediakan sumber pangan yang kaya nutrisi, tetapi juga dapat memanfaatkan ruang terbatas dengan efisien.

Akuaponik menggabungkan budidaya ikan dan hidroponik dalam satu sistem yang saling menguntungkan, di mana limbah ikan digunakan sebagai pupuk alami bagi tanaman, dan tanaman membantu menyaring air bagi ikan.

Dengan menanam sayuran dan budikdamber lele berbasis aquaponik, masyarakat dapat memiliki akses langsung ke sumber makanan bergizi tinggi seperti sayuran hijau dan ikan lele, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Inisiatif ini juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, kegiatan pendukung lainnya juga dilaksanakan seperti pembuatan poster infografis untuk mensosialisasikan budikdamber yang diserahkan kepada pengurus PKK pada tanggal 1 Agustus 2024 dan monitoring kebun yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli, 26 Juli, dan 4 Agustus 2024.

“Kegiatan positif yang sudah dibuat oleh mahasiswa KKN-TI IPB ini sebagai bentuk upaya mempercepat penanganan stunting di Kelurahan Loji, semoga bisa menjadikan manfaat untuk anak yang berdampak”, ucap Enditya Lurah Loji.

PIC Program Kerja, Bagus berharap kebun stunting ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Dengan kebun ini, kami ingin memastikan ketersediaan pangan bergizi yang mudah diakses oleh semua, terutama anak-anak rentan stunting," katanya.

Keberlanjutan kebun ini akan tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

Program pelatihan dan edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bercocok tanam serta menjaga kualitas lingkungan.

"Dengan demikian, kebun stunting ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga pondasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan generasi mendatang," tuturnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #stunting #ipb university