RADAR BOGOR - Angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kota Bogor saat ini mengalami penurunan bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Data PHK itu disampaikan Mediator Hubungan Industri Dinas Ketenagakerjaan atau Disnaker Kota Bogor, Benny F.
Ia mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, total PHK Kota Bogor di Januari-Juni 2024 sebanyak 79 orang.
Ini disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 244 orang.
"Data yang kami input adalah PHK lewat mekanisme Undang-Undang 2 tahun 2004 tentang penyelesaian penyelesaian hubungan kerja," katanya.
Dia menuturkan saat ini secara prinsip, mekanisme PHK karyawan perusahaan di Kota Bogor masih sesuai dengan peraturan. Hal ini yang membuat jumlah PHK cenderung kondusif.
"Ini kondusif kalau dibandingkan dari jumlah PHK yang terjadi di Kabupaten Bogor, Sukabumi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi," tuturnya.
Rendahnya angka PHK ini, disebut menjadi angin segar untuk pemerintah. Sebab mampu menahan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) semakin tinggi.
TPT ini menurutnya masih menjadi masalah sehingga pihaknya terus mencegah agar tidak terjadi peningkatan. Terakhir kali peningkatan TPT secara signifikan diketahui terjadi saat Pandemi Covid-19 lalu.
Baca Juga: Seorang Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Hotel di Bogor, Polisi Duga Ini Sebabnya
"Bila dikatakan tidak ada PHK juga tidak bisa karena PHK ini banyak jenisnya. Pensiun, mengundurkan diri itu juga PHK jadi PHK tidak berhenti namun tidak dalam jumlah yang besar," ungkap Benny.
Angka PHK sendiri sebenarnya masih cenderung abu-abu sebab informasi yang Disnaker miliki cenderung dari hasil laporan dan aduan dari pekerja. Hasil laporan yang masuk ini kemudian diproses untuk didamaikan atau masuk kategori perselisihan hubungan industrial (PHI).
"Jadi kami coba untuk menyimpulkan awal kondisi saat ini masih normal PHK yang terjadi. Walaupun memang ada kondisi yang luar biasa atau PHK massal di daerah tetangga namun belum berdampak ke Bogor," bebernya.
Berdasarkan data Disnaker mayoritas PHK yaitu dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi sebanyak 50, keuangan sebanyak 25, infrastruktur 2 kasus, aneka industri 1 kasus, dan lain-lain 1 kasus.
Banyaknya PHK di sektor perdagangan, jasa, dan investasi ini disebut karena sejalan dengan jumlah serapan kerja yang juga banyak. Data tahun lalu juga sektor ini menjadi jumlah PHK terbesar.
"Industri garmen di daerah tetangga yang saat ini sedang dilanda PHK massal pernah terjadi di Kota Bogor. Beberapa tahun lalu sekitar tahun 2021, jumlah karyawan yang di PHK saat itu mencapai 500 orang," katanya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga