RADAR BOGOR - Efek makan mie instan setiap hari bisa berpengaruh terhadap sistem pencernaan, ginjal, jantung, dan bahkan otak.
Banyak orang mungkin belum menyadari atau bahkan menyepelekan efek jangka panjang dari makan mie instan secara teratur.
Mie instan adalah makanan cepat saji yang murah, praktis, dan mudah dibuat, dan rasanya gurih membuat banyak orang menyukainya dan tidak ragu untuk mengonsumsinya setiap hari. Namun, pada kenyataannya, ada banyak dampak negatif dari makan mie instan setiap hari.
Mie instan biasanya memiliki banyak garam dan kalori tetapi sedikit protein, vitamin, mineral, dan serat atau sama sekali tidak ada, meskipun jumlah ini dapat berbeda dari produk ke produk.
Ibaratnya, makan mie instan hanya akan membuat Anda kenyang, tetapi tidak akan memberi Anda nutrisi atau antioksidan yang Anda butuhkan untuk tubuh Anda.
Efek Berbeda dari Makan Mie Instan Setiap Hari
Tepung terigu, garam, minyak sawit, monosodium glutamat (MSG), dan bahan pengawet dan perasa adalah bahan utama mie instan. Kemasan mie instan biasanya mengandung 1.500–1.700 mg garam, atau 65% dari rekomendasi asupan garam harian.
Jika mie instan dikonsumsi setiap hari, kandungan garam dan kalorinya yang tinggi dapat mengganggu berbagai organ dan bahkan menyebabkan kekurangan nutrisi. Untuk lebih jelas, efek dari makan mie instan setiap hari adalah sebagai berikut:
1. Penyakit pencernaan
Selama proses produksi, mie instan diawetkan dengan bahan kimia yang disebut tersier-butyl hydroquinone (TBHQ), yang membantu mempertahankan umur simpan mie instan dan mencegah pembusukan.
Meskipun TBHQ dianggap aman dalam jumlah kecil, penelitian menunjukkan bahwa bahan pengawet ini sulit dicerna oleh perut. Akibatnya, tubuh terpapar TBHQ untuk waktu yang lama, yang dapat menghambat penyerapan nutrisi lainnya.
Baca Juga: Yuk Intip Peta Dukungan Pilgub di Jawa, Tokoh Nomor Terakhir Sering Berseliweran di Medsos
Makan mie instan setiap hari dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit, mual, dan muntah.
2. Sindrom metabolik
Makan mie instan setiap hari dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik karena jumlah garam dan lemak jenuh yang tinggi di dalam tubuh.
Tekanan darah, kolesterol, trigliserida (lemak jahat), dan gula darah meningkat secara signifikan dalam penyakit jantung, diabetes, dan stroke, yang dikenal sebagai sindrom metabolik.
Risiko terkena sindrom metabolik lebih besar jika Anda sering makan mie instan, terlalu banyak makan makanan manis atau berlemak, jarang berolahraga, dan merokok.
3. Penyakit yang mengganggu fungsi ginjal
Efek makan mie instan setiap hari juga dapat mengganggu fungsi ginjal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi garam dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Terlalu banyak tekanan pada ginjal dapat mengganggu fungsinya untuk mengeluarkan cairan dari tubuh, dan asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, menyulitkan ginjal untuk bekerja dengan baik.
Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat merusak ginjal dan menyebabkan edema, penumpukan cairan di dalam tubuh.
4. Hipertensi
Seperti yang disebutkan sebelumnya, asupan garam berlebihan dapat menyebabkan ginjal kesulitan mengeluarkan air, yang pada gilirannya menyebabkan penumpukan cairan.
Penumpukan cairan ini akan menempatkan tekanan tambahan pada dinding pembuluh darah, yang pada gilirannya meningkatkan tekanan darah.
Makan mie instan setiap hari akan meningkatkan tekanan darah Anda jika Anda telah menderita tekanan darah tinggi atau jika Anda memiliki faktor risiko tersebut dari keluarga Anda. Obat yang Anda minum untuk mengendalikan tekanan darah pun akan menjadi kurang efektif.
Bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, pola makan yang rendah garam dan kaya nutrisi adalah pilihan terbaik.
5. Penyakit kardiovaskular
Makan mie instan setiap hari dapat memiliki efek buruk pada kinerja jantung karena tekanan darah tinggi dapat mempersempit atau merusak pembuluh darah arteri yang membawa darah ke jantung. Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar ke jantung, meningkatkan risiko serangan jantung.
Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah, tidak berfungsi dengan baik, dan melemah secara bertahap sampai mengakibatkan gagal jantung.
Karena efek makan mie instan setiap hari sangat buruk, batasilah mengonsumsinya, misalnya hanya 1–2 kali sebulan. Anda juga dapat membatasi konsumsi mie instan untuk situasi tertentu, seperti berkemah atau dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Jika Anda ingin atau terpaksa makan mie instan, berikut beberapa saran sehat:
- Untuk mengurangi asupan garam, natrium, atau sodium Anda, pilih mie instan yang terbuat dari 100% biji-bijian utuh dan memiliki kadar garam, natrium, atau sodium yang paling rendah.
- Tambahkan protein seperti ayam rebus, telur rebus, tahu, atau sayuran ke dalam semangkuk mie instan. Anda juga dapat menggunakan setengah dari bumbu yang ada dalam kemasan mie instan. (***)
Editor : Yosep Awaludin