Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dihantui Debu di Musim Kemarau, Warga Parung Panjang Bogor Harus Ekstra Hati-Hati

Arif Al Fajar • Selasa, 6 Agustus 2024 | 18:30 WIB
Kondisi jalan di Parung Panjang Kabupaten Bogor yang penuh debu.
Kondisi jalan di Parung Panjang Kabupaten Bogor yang penuh debu.

RADAR BOGOR - Jam menunjukan pukul 13.00 WIB. Truk tambang mulai berseliweran. Melintasi jalan hancur Di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Salah satunya Di Ruas Jalan Moch Toha, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Sore itu cuaca di Parung Panjang Bogor terik. Panas. Sekitar 34 derajat celsius. Terasa kering. Debu tebal pun beterbangan.

Radar Bogor menjajal jalan rusak itu saat puncak musim kemarau.

Berjalan 100 meter melintasi jalan rusak itu, baju sudah kotor. Debu menempel di kaca helm dan sepeda motor cukup tebal. Debu itu berasal dari jalan yang rusak, serta muatan truk yang melintas. Sensasi gatal dan panas terasa di kulit.

Bagi warga sana, sudah terbiasa. Radar Bogor mudah menemui pengendara motor, menembus tebalnya debu jalanan rusak di sana tanpa mengunakan helm. Namun rata rata, mengunakan masker. Meski saat ini sudah tak wajib masker.

"Yang penting masker lewat sini, pakai helm gak pakai masker, tetap pengap," kata Rizki warga Desa lumpang, kepada Radar Bogor Selasa (6/8/2024).

Ditengah puncak kemarau, penderitaan yang dialami oleh warga Parung Panjang tak jauh berbeda dengan musim hujan. Jika musim hujan warga dihantui "jebakan Batman" jalan berlubang. Musim kemarau dihantui "hujan debu".

"Sama sama menderita lah, hujan jalan becek, licin dan sering ada lubang tertutup genangan air yang bikin celaka. Kemarau ya gini debunya tebal. Ditambah truk yang lalu-lalang," keluhnya.

Debu jalan rusak dan truk tambang itu juga terasa hingga rumah warga yang ada di pinggir jalan. Era Salah satunya. Rumahnya berada di pinggir jalan Moch Toha. Selama musim kemarau ia lebih rajin menyapu lantai, dan menyiram air di depan rumah. Mengurangi debu yang masuk ke rumah.

"Kalau kemarau gini hujan debu sebutnya warga di sini," katanya kepada Radar Bogor Selasa (6/8/2024).

Lubang 60 sentimeter

Lubang di jalan Moch Toha, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang besar-besar. Ukurnya ada yang hampir satu meter.

Hal itu dikatakan oleh Kades Lumpang, M Rodis Faisal. Kepada Radar Bogor ia mengatakan jalan provinsi yang ada di desanya yang rusak mencapai 6 kilometer. Kondisi jalan rusak dimana-mana.

"Paling kecil, lubang 60 sentimeter. Ada yang sampai 80 sentimeter," katanya kepada Radar Bogor.

Ia tak menampik, saat musim kemarau, warga yang tinggal di pinggir jalan disuguhkan dengan "hujan debu". Setiap hari.

"Paling terdampak debu itu yang rumahnya di pinggir jalan," katanya kepada Radar Bogor.

Soal kecelakaan, kades mengaku sering mendengar laporan tersebut. Kata dia setiap Minggu dirinya selalu mendapatkan informasi adanya kecelakaan.

"Ada saja informasi kecelakaan. Ada yang ketiban batu, ada yang jatuh," tukasnya.

Iapun berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki. Juga meminta agar masyarakat lumpang tidak menyerah serta terus berjuang agar perbaikan jalan bisa terealisasi tahun ini.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #parung panjang #kemarau