RADAR BOGOR - Komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) kembali menggelar event Pesona Pusaka Nusantara di Kota Bogor. Helaran ini resmi dibuka pada Kamis (8/8/2024).
Acara yang digelar di Bogor Creative Center (BCC), Kecamatan Bogor Tengah itu menyajikan pameran dan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan golok.
Ketua Panitia Pesona Pusaka Nusantara, Gatut Susanta menyebut terdapat 90-an stand golok yang ikut serta dalam pameran tersebut. Jika ditotal, ada sekira 1000 golok yang dipamerkan pada Pesona Pusaka Busantara tahun ini.
"Ini merupakan kali kedua kami menggelar Pesona Pusaka Nusantara. Tahun ini lebih besar dari yang sebelumnya. Event yang pertama itu saat pandemi di Blok F," terang Gatut kepada Radar Bogor.
Pesona Pusaka Nusantara diselenggarakan debgan tujuan membangun semangat dan mendorong supaya golok bisa diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
GPSN memotivasi para pecinta golok untuk sama-sama mengenalkan golok kepada masyarakat dan dunia.
"Tahapan menuju unesco sudah kami jalani. Saya sudah sempat dipanggil oleh Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), kami saat itu beraudiensi. Dalam audiensi itu disampaikan prosedur pengajuan ke UNESCO. Saya juga sudah ke Perancis untuk menyerahkan buku golok ke UNESCO" beber Gatut.
Karena setiap negara hanya dapat memberikan usulan secara tunggal satu kali dalam dua tahun maka dirinya menargetkan golok bisa disahkan menjadi warisan dunia tak benda oleh UNESCO pada tahun 2031 mendatang.
"Makanya Komite Nasional menyuruh kami mencari teman (negara lain) sehingga bisa memberikan usulan setiap tahun," imbuhnya.
Selain pameran, pihaknya juga menghadirkan perlombaan Kreasi Silat Golok dalam rangkaian Pesona Pusaka Nusantara itu. Tujuannya untuk mrmbangkitkan kembali semangat masyarakat dalam bermain golok.
Di kesempatan yang sama Gatut yang juga Pembina GPSN merilis buku golok berjudul Pesona Golok Pasundan. Buku ini ditulis dirinya bersama 8 rekannya di GPSN.
"Ini buku golok kedua kami. Untuk yang pertama berjudul Golok Antara Pesona dan Legenda. Buku yang kedua ini menjadi referensi mengenai golok yang akan kami dorong diakui oleh UNESCO," jelasnya.
Event Pesona Pusaka Nusantara ini dibuka untuk umum dan akan berlangsung selama 3 hari ke depan hingga Sabtu, 10 Agustus 2024 mendatang.
Direktur Pelindungan Kebudaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Judi Wahjudin mengapresiasi helaran ini.
Menurutnya pengusulan ke UNESCO memang membutuhkan kolaborasi dan konsolidasi antar komunitas golok di berbagai daerah.
"Hal ituuntuk merapatkan dan menyepakati lingkupnya. Dan Untuk diakui UNESCO mesti memenuhi kriteria apa yang diangkat, memenuhi formulir yang harus diisi, dan melampirkan data, video, hingga Perda," ujarnya.
Penerbitan buku golok kedua yang dilakukan dalam kesempatan itu juga menurutnya akan sangat membantu pengusulan golok ke UNESCO. Buku itu dapat menguatkan keberadaan golok dan melengkapi pengisian formulir dari pihak UNESCO. (fat)
Editor : Yosep Awaludin