Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengupas Sejarah Kampung Kaleng Citeureup Bogor yang Punya Sejuta Karya Melalui Kerajinan Logam

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 9 Agustus 2024 | 19:07 WIB
Kampung Kaleng, Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, yang memiliki banyak Kerjinan tangan berbahan dasar logam.
Kampung Kaleng, Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, yang memiliki banyak Kerjinan tangan berbahan dasar logam.

RADAR BOGOR, Kampung Kaleng adalah salah satu wilayah yang terletak di Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Secara geografis, Kampung Kaleng ini, letaknya tidak jauh dari Kantor Desa Pasir Mukti, dan hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit.

Kampung Kaleng, menghasilkan banyak karya, melalui kerajinan logam, tentu hasil tangan kreatif para warganya.

Meski Kampung, Desa Pasir Mukti ini sudah banyak dikenal orang. Namun, hanya segelintir orang yang mengetahui sejarah penamaan Kampung Kaleng itu sendiri.

Pengelola Kampung Kaleng, Dedi Ahmadi, menjelaskan bahwa semula nama Kampung Kaleng ini adalah Kampung Dukuh.

Sementara untuk penamaan Kampung Kaleng itu sendiri, lantaran banyaknya warga yang profesinya sebagai pengrajin logam (Kaleng dalam Bahasa Sunda).

Sehingga, Karena saking banyaknya, kata Dedi, akhirnya masing masing dari pengrajin itu saling bersaing harga, bahkan tidak jarang terjadi adu fisik.

“Sehingga sambil ngopi ngobrol sama temen temen biar ga menimbulkan hal hal kejadian serupa, nah saya berinisiatif bagaiamana saya menyatukan para pengrajin ini, obrolan itu sejak tahun 2010 an, dan baru terbentuk kelompok di tahun 2012 walaupun ketika itu belum semua berhgabung,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Dedi menegaskan, penamaan Kampung Kaleng sendiri adalah salah satu upaya agar produk kerajinan logam hasil karya warganya bisa dikenal masyarakat luas.

“Akhirnya kami menggagas beri nama kampung ini dan sepakat temen-temen dengan penamaan Kampung Kaleng. Alhamdulillah waktu itu berbagai media termasuk media cetak ikut mempromosikan juga,” papar Dedi.

Lebih lanjut lagi Dedi menjelaskan kalau dahulu kerajinan logam yang dihasilkan warganya itu kebanyakan kompor minyak, yang berbahan baku drum bekas.

Namun karena adanya kompensasi dari kompor minyak menjadi kompor gas, akhirnya warga berinisiatif merubah hasil karyanya dengan tetap berbahan dasar logam atau kaleng.

“Seperti oven gas, bakaran sate gas, termasuk juga banyak turunannya, seperi cetakan kue, bikin dandang, tempat sampah, pokonya beraneka prodak,” ujar Dedi.

Bahkan Dedi mengatakan saat ini produk yang dihasilkan melalui kerajinan logam atau kaleng itu sudah merambak ke kebutuhan industri, seperti cerubung asap yang ada di pabrik pabrik.

“Serunya bukan cuma orang tua, tapi anak anak muda juga ikut terlibat, mainin di media sosial kalau sekarang, jadi untuk saat ini ada yang bagian produksi, ada yang khsusus jual, jadi alhamdulillah anak anak kita, generasi generasi kita sudah canggih canggih,” tungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#bogor #Kampung Kaleng #kerajinan logam