Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menilik Perjalanan Yohanes Handoyo Bangun Uncle Jo, Banting Stir dari Kontraktor jadi Barista Terkenal di Bogor

Reka Faturachman • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 21:51 WIB
Owner Kafe Uncle Jo, Yohanes Handoyo (kiri)
Owner Kafe Uncle Jo, Yohanes Handoyo (kiri)

RADAR BOGOR - Kesuksesan Uncle Jo menjadi salah satu kafe dengan cabang terbanyak di Bogor tak bisa dilepaskan dari peran sentral Sang Owner, Yohanes Handoyo.

Keputusan Yohanes Handoyo untuk banting stir dari profesi kontraktor dan mulai belajar semua hal tentang kopi dari nol, membuka jalan bagi Uncle Jo tumbuh dan menjamur di Bogor seperti sekarang.

Jo (sapaan akrab Yohanes Handoyo, owner Uncel Jo Bogor) memang tidak memiliki latar belakang bisnis makanan dan minuman (Food and Beverage).

Pada awalnya, ia bekerja di dunia kontruksi di Pekanbaru, Riau.

Selama 5 tahun dirinya menggeluti profesi itu di sana. Kabut asap akibat kebakaran hutan akhirnya mendorong dia pulang kembali ke Bogor.

"Di Bogor saya masih menjadi kontraktor. Bikin kantor di (Jalan) Gedong Sawah. Saat itu kami sering meeting dengan client di coffee shop (kafe). Lama kelamaan muncul ide untuk membuat kedai kopi sendiri supaya tidak perlu ke kafe lain," tuturnya kepada Radar Bogor, Sabtu (10/8/2024).

Rencana itu pun mulai direalisasikan olehnya.

Karena tak punya pengetahuan soal dunia per-kafe-an Jo kemudian terbang ke Yogyakarta untuk mengulik hal itu.

Di sana ia belajar bagaimana membangun bisnis kopi dengan budget ringan.

Ilmu itu kemudian ia bawa kembali ke Kota Bogor.

Kafe pertamanya mulai dibangun pada Oktober 2017 dan rampung 3 bulan setelahnya pada 10 Februari 2018. Kafe itu pun diberi nama Uncle Jo.

"Uncle Jo ini karakter yang kami buat, menggambarkan sosok arsitek yang kesepian di masa tuanya karena tidak menikah. Akhirnya dia bikin kedai kopi dan setiap pengunjung yang datang dianggap sebagai keponakan dan dilayani seperti keluarga," terang Jo.

Layaknya bisnis lain, Kafe Uncle Jo juga mengalami pasang surut. Jo tak jarang dihadapkan pada badai kebangkrutan.

Namun tantangan itu bukan hal baru untuknya yang telah berulang kali menjajaki dunia bisnis.

Mulai dari berjualan koran, mencuci mobil, bahkan menyewakan VCD dan komik.

Perlahan namun pasti Jo berhasil mengangkat nama kafenya itu sehingga banyak dikunjungi orang berulang kali.

Pria alumnus SMA Ganesha Bogor itu kemudian melebarkan sayap dengan membuka dua cabang baru.

Pertama di Jalan Riau, kedua di Jalan Roda, Suryakencana.

Nasib mujur pun semakin berpihak pada Jo saat kafe cabang keduanya, Uncle Jo X Bar Surken viral di media sosial. Kesan baik membanjiri Kafe Uncle Jo diiringi jumlah kunjungan yang meningkat tajam.

Kafe Uncle Jo X Bar Surken memang membuka referensi baru bagi para pecinta kopi di Bogor yang saat itu tengah diselimuti tren kafe dengan konsep pantai dan industrial.

Kafe ini mengusung konsep mentah dengan ciri khas banyak sisi bangunan yang terkesan tidak selesai (tanpa cat, hancur, dan tidak rali). Namun hal itu justru memunculkan kesan 'aesthetic' di mata pengunjung.

"Konsepnya homey, warm, dan mentah. Saya memang suka bangunan yang seperti hancur. Lalu saya perbaiki sedikit tapi tidak sampai merubah total. Jadi kondisi awalnya dipertahankan," jelas Jo.

Untuk menu, Jo menyesuaikan setiap rasa minuman dan makanan yang disajikan di kafenya sesuai dengan seleranya.

Selain itu dirinya juga memilih menu-menu yang sederhana sehingga setiap orang yang menikmati menu tersebut merasa nyaman seperti di rumah.

Beberapa kudapan yang tersedia antara lain donat, pisang goreng, roti, dan cemilan ringan lain.

Kopi yang dipakai di kafe ini seluruhnya berasal dari hasil perkebunan Indonesia. Jo sering mencampur biji kopi arabika Kerinci dengan kopi robusta dari Ijen Bondowoso.

"Yang terpenting rasanya enak menurut saya dan tim, murah, dan bisa menjadi jembatan untuk membangun hubungan," ucap dia.

Selain rasa, Jo juga menjaga komunikasinya dengan Ponakan Uncle (sebutan untuk pengunjungnya). Hal itu kerap ia lakukan melalui media sosial. Akun medsos kafe ini dikelola dengan baik melalui konsep story telling alanya.

Ponakan Uncle yang menjawab komentar selalu ia respons. Begitu pun dengan Insta Stories yang mereka buat. Jo merasa hal itu penting karena memberikan kebahagiaan tersendiri untuk pelanggan.

Hingga saat ini, Kafe Uncle Jo sudah memiliki 8 cabang. Di antaranya di Jalan Riau, Suryakencana, Taman Manunggal, Jalan Guntur, Tajur, SKI Tajur, Cijeruk, dan Dramaga. Jo berencana menambah 2 cabang baru, 1 di antaranya di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

"Sebetulnya ada keinginan membuka cabang di luar kota seperti Yogyakarta, Bali, atau Manado. Tapi saya masih ingin fokus di Bogor dulu karena khawatir cabang yang sudah ada malah nanti tidak terkendali," beber Jo. (Fat)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #Yohanes Handoyo #uncle jo