Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jika Warga Bogor Mengalami Gejala Seperti Ini Harus Waspada, Bisa Alami Mati Suri

Yosep Awaludin • Senin, 12 Agustus 2024 | 09:24 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADAR BOGOR—Mati suri sering dikaitkan dengan pengalaman spiritual yang misterius dan tidak masuk akal. Namun, ada beberapa alasan medis dan ilmiah untuk mati suri.

Meskipun dianggap sangat jarang, mati suri adalah fenomena ketika pasien hidup kembali setelah dinyatakan meninggal dunia dalam jangka waktu tertentu.

Tinjauan Medis tentang Fenomena Mati Suri

Dalam dunia medis, sindrom Lazarus—juga dikenal sebagai "fenomena Lazarus"—adalah kondisi yang menyebabkan kembalinya fungsi jantung dan pernapasan yang sempat terhenti (kembalinya sirkulasi spontan) setelah penghentian resusitasi jantung paru-paru atau pompa jantung.

Pasien yang mengalami henti jantung, koma, atau tidak dapat bernapas secara spontan biasanya diberikan tindakan CPR ini.

Pasien yang mengalami mati suri biasanya akan kembali "hidup" setelah dinyatakan meninggal dalam waktu 10 hingga 30 menit; namun, dalam kasus yang sangat jarang, pasien bisa kembali hidup dalam waktu beberapa jam.

Selain sindrom Lazarus, mati suri juga sering dikaitkan dengan pengalaman mendekati kematian (NDE), juga dikenal sebagai koma, kesulitan bernapas, atau bahkan lemas sehingga terlihat seperti mereka sudah meninggal.

Namun, ketika kesehatannya mulai membaik, ia akan dapat bernapas kembali, bergerak, tersadar dari koma, dan detak jantungnya akan kembali kuat. Ini adalah apa yang biasanya disebut sebagai pengalaman mati suri.

Penyebab Mati Suri

Jika tanda-tanda kematian berikut muncul, seorang dokter dapat mengatakan bahwa pasien telah meninggal:

- Napas terhenti
- Tidak ada pergerakan tubuh atau otot yang tampak kaku atau lemas
- Tidak ada denyut nadi dan detak jantung
- Kelopak mata tertutup sebagian atau sepenuhnya
- Pupil mata melebar dan tidak reaktif terhadap cahaya atau sentuhan
- Tidak ada respons terhadap rasa sakit, seperti ketika dicubit

Baca Juga: Dengan Membuka Tabungan Digital CS BRI, Anda Bisa Mendapatkan Kopi Kekinian

Orang yang mati suri akan menunjukkan beberapa tanda kematian di atas setelah mereka hidup kembali.

Meskipun penyebabnya tidak diketahui, ada beberapa hal yang diduga dapat menyebabkan fenomena mati suri, yaitu:

1. Penumpukan udara di paru-paru

Pasien harus segera mendapatkan pertolongan pernapasan (CPR) jika mengalami henti jantung, koma, atau gagal napas.

Meskipun tindakan ini penting untuk membantu jantung dan paru-paru kembali bekerja, beberapa penelitian menemukan bahwa tindakan ini terkadang dapat menyebabkan penumpukan udara di dada dan paru-paru. Sepertinya sirkulasi dan aliran darah terhenti karena hal ini.

Namun, ketika pernapasan dan aliran darah kembali lancar setelah CPR dihentikan untuk waktu yang singkat, penumpukan udara dapat perlahan berkurang.

Pasien yang mendapatkan CPR kembali biasanya menunjukkan gejala seperti tersadar, bernapas spontan, batuk, dan bergerak kembali.

2. Hipotermia

Hipotermia, yang terjadi ketika tubuh terpapar suhu yang terlalu dingin dalam jangka waktu tertentu, dapat mengganggu fungsi organ dan aktivitas saraf tubuh, menyebabkan penurunan detak jantung, denyut nadi, dan pernapasan.

Dalam beberapa kasus, hipotermia dapat menyebabkan kondisi pasien menjadi sangat lemah sehingga tanda-tanda vital seperti detak jantung, denyut nadi, dan pernapasan menjadi tidak jelas. Ini menunjukkan bahwa dia telah meninggal.

Namun, aliran darah dan fungsi berbagai organ tubuhnya akan kembali bekerja, membuatnya kembali "hidup" setelah mendapatkan perawatan medis segera dan suhunya dapat kembali normal. Fenomena ini sering disebut mati suri.

 

3. Hiperkalemia

Hipokalemia adalah kondisi di mana tingkat elektrolit kalium meningkat terlalu tinggi, yang dapat mengganggu fungsi jantung, paru-paru, saraf, dan otak.

Jika tidak ditangani, pasien dapat mengalami henti jantung dan koma, yang seolah-olah meninggal dunia.

Dalam dunia medis, kematian suri memang bisa terjadi. Oleh karena itu, setelah menghentikan tindakan CPR, dokter dan petugas medis akan menunggu dan mengawasi pasien sampai 10–15 menit sebelum menyatakan kematian.

Dokter baru akan menyatakan bahwa pasien telah meninggal jika tidak ada perubahan dan pasien tidak menunjukkan tanda-tanda kematian.

Oleh karena itu, fenomena mati suri bukanlah akibat dari hal-hal yang misterius atau paranormal. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika Anda masih memiliki pertanyaan tentang mati suri. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #mati suri #medis