RADAR BOGOR - Dinas perhubungan Kabupaten Bogor bakal berlakukan sistem pembayaran non tunai atau menggunakan QRIS untuk mengatasi parkir liar di ruas Jalan Tegar Beriman.
Kebijakan tersebut bakal diuji coba pada 19 Agustus 2024, dengam melibatkan 30 anggota Dishub yang nantinya bakal menjaga sistem pembayaran QRSI di Jalan Tegar Beriman itu.
“Salah satu alasan kita menggunakan karyawan dari Dishub agar bisa menertibkan juga parkir di Jalan Tegar Beriman,” tutur Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub, Dadang Kosasih pada Radar Bogor.
Pantauan Radar Bogor, saat ini, Senin (12/8/2024) di ruas Jalan Tegar Beriman plank parkir yang semula bersimbol larangan, kini berubah menjadi plank yang bersimbol diperbolehkan atau dilegalkan.
Namun ternyata, kebijakan tersebut justru dikeluhkan oleh juru parkir yang semula menjaga parkir di sekitaran ruas jalan tersebut, seperti Ahmad misalnya.
Juru parkir itu menghawatirkan akan nasibnya ke depan jika benar-benar kebijakan tersebut diberlakukan, apalagi penjaga parkirnya bakal di ganti dengan anggota dari Dishub.
“Tapi kita juga mikirin sedangkan saya kan dirumah ada yang harus di empanin, nanti nasib kita ini bagaimana, okelah kalau saya gampang, tapi anak istri saya gimana,” jelas Ahmad.
Ahmad mengaku, kalau sebelumnya ia dan beberapa juru parkir lainnya sempat didatangi oleh petugas Dishub dalam hal ini Dadang Kosasih yang memang menjabat sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor.
Saat pertemuan tersebut, kata Ahmad, Dishub sempat menjelaskan kalau petugas Dishub hanya menjaga dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, sehingga setelah petugas Dishub beres juru parkir yang lain boleh untuk melanjutkan.
“Lah itu kalau misal di restaurant baru bisa, sementara inikan kantor pelayanan jam 4 ke bawah mau markirin apaan,” tegasnya.
Ahmad pun berpesan, kepada Pemkab Bogor, dalam hal ini Dishub kalau memang mau membuat sebuah kebijakan harus difikirkan juga nasib orangorang di bawah sepertinya.
“Misalnya nanti ada percobaan, ada juga lah uang saku minimal Rp50 ribu jadi kita juga masih ada lah pemasukan,” ujarnya.
Bahkan Ahmad juga menjelaskan kalau mau menggunakan sistem pembayaran QRIS di Jalan Tegar Beriman seharusnya dibuat dulu kantung parkirnya, seperti halnya di mall.
“Tapi kalau kaya gini kan jadinya menurut saya kurang efektif, karena kan orang bulak balik, kasian nanti orang yang ga megang hp atau yang ga ngerti, apalagi cuma dua ribu tiga ribu,” jelasnya.
Oleh karenanya Ahmad berharap kalau pihaknya ikut diajak untuk dipekerjakan, agar ia dan juru parkir lainnya mempunyai penghasilan untuk menghidupi keluarga.
“Orang diatasan kita mah enak aja punya gaji, kalau misal kita jadi karyawan gitu kan jelas,” tungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin