RADAR BOGOR - Kedai street food Jepang yang berlokasi di Perumahan Puri Nirwana 1, Cikaret, Kabupaten Bogor, baru-baru ini bernasib apes.
Pasalnya, kedai street food Jepang di Bogor yang bernama Sugiiyaki itu, baru saja kemalingan.
Maling berhasil membawa kabur handphone, dan melukai anak pemilik kedai street food Jepang di Bogor tersebut.
Menurut kesaksian korban, pelaku melancarkan aksinya itu sekira pukul 08.00 WIB, pada Minggu (11/8/2024) tepat didepan kedai street food miliknya.
Korban Windi (20) menceritakan, kejadian bermula saat kedai street food Jepangnya itu mendapatkan orderan online.
“Karena masih pagi, pager ga saya buka semuanya cuma sebagain aja, jadi kalau orang lewat gatau kalo kita lagi buka, kalau bukan orang yang biasa beli,” tutur Windi.
Namun menurut pengakuan Windi, saat Ia hendak membuat orderan ada seorang pria dengan ciri-ciri menggunakan topi coklat, putih, rapih, berhenti tepat di samping kedai miliknya.
Awalnya, Windi tidak menaruh curiga sama sekali dengan pria tersbut.
Namun saat Windi hendak packing orderan yang diterimanya itu, dan membelakangi gerbang depan, tiba-tiba pelaku menerobos masuk dan membuka laci gerobaknya.
“Pas dia nyadar saya lihat dia (pelaku), dia cepat cepat lari, saya reflek ngejar, saya pegang belakang motornya, kemudian keseret. Awalnya masih pelan karena dia nyeberang (Puter arah) gitu, terus sampai pagar hijau (depan rumah) dia ngebut,” ujarnya.
Anehnya, kata Windi, ojek online yang hendak mengambil pesanannya itu, tidak melakukan tindakan apapun.
Padahal menurutnya, saat Windi terseret oleh motor pelaku, ojek online tersebut melihat jelas kejadiannya.
“Justru dia (ojek online) bilang kenapa enggak teriak maling, saya kira orang beli ke dalam,” ujarnya pada Radar Bogor.
Karena tidak ada orang yang membantu Windi, pelaku pun akhirnya berhasil melarikan diri dan membawa satu HP yang biasa digunakan untuk menerima orderan online.
Akibat dari kejadian tersebut, satu HP itu raib dibawa maling, dan menyebabkan luka-luka di beberapa bagian badan Windi.
“Tangan kanan sama kiri, paha sama dengkul sama pinggang sama leher kecengklak karena ketarik, yang paling parah paha,” tungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga