Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bayar Kopi Pake Sampah, Bisa Loh di Unclo Jo Bogor, Begini Caranya

Reka Faturachman • Senin, 12 Agustus 2024 | 20:03 WIB
Beli kopi di Uncle Jo Bogor bisa pakai sampah kalian loh.
Beli kopi di Uncle Jo Bogor bisa pakai sampah kalian loh.

RADAR BOGOR - Salah satu kafe viral di Kota Bogor, Uncle Jo mencanangkan gerakan zero waste (bebas sampah).

Uncle Jo Bogor bakal berinovasi menyulap sampah menjadi pundi-pundi rupiah dan berhenti membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Owner Uncle Jo Yohanes Handoyo menerangkan, ide itu bermula dari persoalan sampah yang dialami outlet mereka di Kawasan Suryakencana, Bogor.

Kafe itu berulang kali direpotkan dengan kondisi Gang Roda yang kerap dipenuhi tumpukan sampah.

Hal ini tentunya memberikan kesan kurang baik bagi para pelanggan kafe. Mereka merasa terganggu dan tidak nyaman.

"Untuk mengatasi itu kami akhirnya membuat gerakan bersih-bersih setiap hari Sabtu. Gerakan itu pun kami buat konten dan dibagikan ke media sosial. Ternyata viral dan banyak masyarakat yang suka," terang Jo (sapaan akrabnya).

Permasalahan sampah ini akhirnya mendorong Jo untuk bertindak lebih jauh. Ia ingin Kafe-kafenya memberikan dampak pada lingkungan di sekitarnya dengan tidak menghasilkan sampah.

Melalui salah satu temannya, Jo akhirnya berkenalan dengan Layanan Pengelolaan Sampah bernama Jagatera.

Setelah menyambangi langsung kantor Jagatera dan mendengar presentasi soal cara mereka mengelola sampah, Jo akhirnya memutuskan untuk berkolaborasi.

Ada 3 program pengelolaan sampaj yang akan mereka jalani bersama. Pertama, yakni mengelola sampah organik lewat biopori.

Jo bersama tim Jagatera akan membuat 5-10 lubang biopori di setiap outlet Uncle Jo. Gerakan ini akan dimulai pada Rabu (14/8/2024) pagi.

"Sampah-sampah organik yang dihasilkan Kafe Uncle Jo akan dimasukkan ke dalam lubang biopori setiap hari supaya diurai di dalam tanah, dan tidak dibuang ke Tempat Penampungan Sementara," jelasnya.

Program kedua yakni pemilahan sampah anorganik. Kafe ini akan menyediakan tempat sampah khusus yang memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya.

Tak hanya untuk pelanggan, program ini juga berlaku pada bar dan dapur.

"Sampah yang berhasil terkumpul selanjutnya akan diangkut dan dibeli oleh Jagatera. Uang itu akan kami berikan kepada tim barista," terang Jo.

Tak hanya untuk timnya, Jo juga mengajak Ponakan Uncle (sebutan bagi pengunjung Uncle Jo) untuk turut terlibat dalam program zero waste ini.

Ia membolehkan pengunjungnya untuk membayar menu yang mereka pesan dengan sampah anorganik yang telah dipilah.

Seluruh program ini akan mulai dibangun Jo selama 3 bulan ke depan. Ia ingin program ini berjalan baik terlebih dulu di tubuh tim internalnya.

Karena menurutnya hal itu penting untuk menumbuhkan kebiasaan apda mereka.

"Begitu juga yang pembayaran menu dengan sampah. Kami sedang rancang dan persiapkan segala sesuatunya. Supaya tetap aestetic dan nyaman. Akan diatur sistem penimbangan dan penyimpanan sampahnya. Mudah-mudahan bisa dimulai awal Tahun 2025 nanti," beber Jo.

Dirinya amat berharap inovasi itu yang dilakukan kafe Uncle Jo bisa mempengaruhi kafe atau coffe shop lain sehingga tidak ada sampah yang berakhir di TPA. Terlebih kondisi TPA saat ini sudah memprihatinkan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #sampah #uncle jo