RADAR BOGOR - Mahasiswa UNIDA Bogor membagikan puluhan butir telur kepada anak-anak Posyandu Flamboyan di Desa dan Kecamatan Cigombong.
Kegiatan para mahasiswa KKN-T Fakulitas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA Bogor itu merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Ketua KKN-T UNIDA Bogor Widya Selvi mengatakan, program kerja bagi telur "One Day One Egg" ini adalah salah satu cara pencegahan stunting terhadap anak yang masih ditemukan di Kabupaten Bogor.
"Telur merupakan salah satu makanan bergizi yang harganya relatif murah, terjangkau, mudah didapatkan, dan mudah cara pengolahannya, serta efektif dapat mencegah risiko stunting pada balita," ungkapnya, Selasa (13/8).
Widya menjelaskan, stunting perlu dicegah mulai dari sejak dini, dengan pemberian makanan gizi seimbang dan protein untuk membantu tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya.
Terlebih, kata dia, balita sekarang merupakan generasi penerus bangsa ke depan. Sehingga mereka harus siap untuk menyongsong bonus demografi.
"Jika stunting tidak ditanggulangi, maka Indonesia hanya memiliki generasi muda yang tidak produktif, usia yang tidak produktif akan lebih banyak daripada yang produktif," paparnya.
Selain pembagian telur, Mahasiswa KKN-T itu juga memberikan materi penyuluhan stunting kepada ibu-ibu posyandu
Hal itu agar meningkatkan pemahaman dan kesadaran untuk lebih memperhatikan gizi seimbang anak, menjaga PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) anak, kemudian menjaga lingkungan anak.
Lebih lanjut Widya menuturkan, 4 dari 10 anak tidak datang ke posyandu. Sehingga hal itu bisa menyebabkan stunting karena Ibu tidak mengetahui IMT (Indeks Masa Tubuh), tidak melakukan imunisasi, dan tidak mengetahui tumbuh kembang anak.
"Karena ibu merupakan faktor utama untuk melahirkan generasi selanjutnya, dan stunting pun bisa dicegah mulai dari ibunya atau sebelum 1000 hari pertama kehidupan. Jadi mulai dari ibu hamil harus menjaga pola makan gizi seimbang," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga