RADAR BOGOR—Mengetahui usia ideal untuk menikah dapat mencegah sekaligus menurunkan angka pernikahan dini, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental pasangan.
Ya, menikah dini dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Tekanan dapat menyebabkan stres, depresi, atau bahkan bunuh diri.
Ini juga dapat menyebabkan ketidakmampuan pasangan yang menikah dini untuk menjalani tugas sebagai orang tua dan masalah keuangan.
Selain itu, menikah di usia muda dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan, seperti kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), dan perdarahan saat persalinan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa usia ideal untuk menikah bagi laki-laki adalah 25 tahun, dan bagi perempuan adalah 21 tahun. Mereka sudah siap secara fisik dan mental di usia itu.
Usia Ideal untuk Menikah Berdasarkan Kesehatan Mental dan Fisik
Usia ideal untuk menikah secara fisik dan mental adalah dua puluh hingga dua puluh lima tahun bagi perempuan dan dua puluh lima hingga tiga puluh tahun bagi laki-laki.
Di usia ini, baik laki-laki maupun perempuan sudah mampu berpikir secara dewasa dan matang. Serta matang secara finansial dan fisik.
Artinya, setelah menikah, mereka yang menikah di usia ideal dianggap sudah mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga mereka.
Efek Menikah di Usia Muda
Pasangan yang menikah terlalu muda dapat mengalami berbagai konsekuensi. Beberapa di antaranya adalah:
Baca Juga: Jual Obat Keras Tanpa Resep Dokter, Pemuda di Kota Bogor Ini Diringkus Polisi
1. Gangguan mental dan psikologis
Pasutri yang menikah di usia muda mengalami kecemasan, stres, dan depresi, yang disebabkan oleh ketidaksiapan mental mereka untuk menghadapi beban dan tanggung jawab.
2. Komplikasi terkait kehamilan
Perempuan yang melahirkan di usia muda rentan terhadap preeklamsia atau anemia, yang keduanya dapat menyebabkan eklamsia yang fatal, yang dapat membunuh ibu dan janin.
3. Masalah keuangan
Laki-laki muda tidak siap mental untuk menanggung nafkah keluarga, yang menyebabkan masalah ini. Hal ini dapat menyebabkan munculnya lingkaran kemiskinan dalam struktur sosial.
4. Kekerasan dalam rumah tangga
Pasangan yang menikah muda dapat mengalami kekerasan rumah tangga karena emosi yang tidak stabil. Perempuan lebih rentan mengalami kekerasan seksual dari pasangan mereka.
5. Perceraian
Dampak tambahan dari pernikahan di usia muda adalah perceraian karena emosi yang tidak stabil. Kondisi ini mendorong masing-masing pihak untuk menjadi egois, dan tidak ada yang dapat menyelesaikan masalah.
Beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui bersama pasangan sebelum menikah termasuk riwayat penyakit calon pengantin, golongan darah ABO rhesus, dan berbagai tes lainnya untuk memastikan kesehatan mereka.
Jangan biarkan kondisi kesehatan atau penyakit menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang bahagia dan sehat.
Sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah sebelum merencanakan pernikahan untuk memastikan kesehatan Anda dan pasangan Anda.
Tujuannya adalah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga penyakit dapat dideteksi sejak awal.
Dengan melakukan pemeriksaan medis pranikah, Anda dapat mengetahui apakah ada penyakit atau kondisi kesehatan yang perlu diperbaiki sebelum menikah untuk mencegah atau merawatnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin