RADAR BOGOR - Fenomena peretasan terhadap akun Google Bisnis hotel yang marak terjadi di berbagai wilayah sepekan terakhir, ternyata juga menimpa hotel-hotel di Kota Bogor.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengungkapkan, ada 38 hotel yang melaporkan telah menjadi korban peretasan akun Google Bisnis.
Peretasan akun Google Bisnis ini, kata dia, mengganti nomor whatsapp hotel di Bogor, dengan nomor palsu.
"Jadi ketika ada tamu yang menghubungi mereka pura-pura jadi petugas hotel dan memberikan nomor rekening palsu," jelasnya kepada Radar Bogor, Rabu (14/8/2024).
Kondisi ini pun berpotensi membuat calon tamu melakukan transaksi yang tidak tepat sasaran dan berujung pada penipuan.
Terlebih dalam komunikasi yang terjadi hacker itu memberikan promo tarif hotel yang murah untuk menggugah para calon tamu.
"Alhamdulillah sekarang 38 hotel itu sudah melakukan perbaikan dan sudah beres. Tidak sempat ada yang menjadi korban dan menimbulkan kerugian pada pengunjung. Mudah-mudahan tidak ada," ucap Yuno.
Namun dirinya khawatir kondisi itu justru terjadi pada hotel-hotel kecil yang tidak tergabung dalam PHRI.
Sebab menurutnya informasi terkait peretasan ini baru terungkap di lingkup PHRI.
Yuno mengatakan saat ini, DPP PHRI telah melakukan pelaporan mengenai fenomena tersebut ke Ditcyber Crime Mabes Polri.
Didukung dengan pelaporan PHRI dari berbagai provinsi ke Poldanya masing-masing.
"Bogor belum melapor karena belum sempat ada yang dirugikan dan sampai sekarang hotel-hotel mengikuti tahapan yang disarankan DPP PHRI dan mengubah akun Google Bisnis mereka," terang dia.
Akibat kejadian ini, masyarakat diminta untuk hati-hati dalam memesan hotel.
Yuno menyarankan agar masyarakat menghubungi pihak hotel lewat nomor yang tercantum dalam website resmi hotel tersebut.
Selain itu masyarakat juga diimbau untuk melakukan pemesanan lewat platform travel online.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi BS Sukamdani mengatakan, peretasan tersebut menimpa beberapa hotel di Indonesia pada Minggu (11/8/2024) lalu.
Peretasan ini terjadi di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan dan lain sebagainya.
"Untuk saat ini, pihak Hotel diharapkan dapat melakukan pelaporkan informasi yang tidak benar ke Google melalui suggestion edit di akun google bisnis, melaporkan froud dengan Business Redressal Complaints, dan melakukan verifikasi person in charge dalam akun bisnis melalui Google My Business Verified," jelas Hariyadi dalam keterangan tertulisnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga