RADAR BOGOR - Pohon Pucuk Merah yang ditanam Pemkab Bogor di sepanjang jalur bekas pembongkaran lapak pedagang Kawasan Puncak tampak mati kekeringan.
Padahal, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu sebelumnya memastikan, bahwa jajarannya akan merawat ribuan pohon Pucuk Merah di bekas pembongkaran lapak pedagang Kawasan Puncak tersebut.
Kondisi keringnya pohon Pucuk Merah di bekas pembongkaran lapak pedagang Kawasan Puncak itu, juga disayangkan warga di Kawasan Puncak, salah satunya Sunyoto.
Menurut pemerhati lingkungan itu, konsep penataan Kawasan Puncak yang digaungkan Pemkab Bogor masih jauh dari harapan publik.
"Tidak sebombastis kalimatnya, nyatanya tidak ada konsep yang jelas tentang bagaimana menata kawasan Puncak ini," keluh Sunyoto, Rabu (14/8).
Sehingga, dia melihat penataan kawasan Puncak seharusnya bisa dilakukan tanpa perlu membongkar lapak pedagang di sepanjang ruas jalan.
Yang kemudian dipindahkan ke tempat baru di Rest Area Gunung Mas tanpa jaminan pendapatan yang lebih baik bahkan minimal sama.
"Ruang (rest area) yang disediakan justru salah konsep, mengakibatkan usaha para pedagang tidak berjalan lancar," paparnya.
Akibatnya, banyak pedagang enggan pindah dan menempati kios rest area sehingga kehilangan mata pencaharian.
Sementara konsep penataan kawasan Puncak belum menunjukkan hasil yang diharapkan.
Padahal, kata dia, penataan kawasan Puncak mencakup tiga kecamatan, yaitu Ciawi, Megamendung, dan Cisarua.
"Masalah di Puncak bukan hanya soal estetika atau pelanggaran oleh pedagang kaki lima, tetapi masalah yang lebih besar adalah alih fungsi ribuan hektar perkebunan teh," tegas Sunyoto.
Seharusnya, kata dia, pemerintah fokus pada penyediaan ruang resapan air yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
Selain itu juga bagaimana mengembalikan lahan negara yang telah dirubah menjadi perkebunan teh.
"Jika perlu, lahan tersebut dapat diubah menjadi Kebun Raya Puncak agar alam tetap terjaga dan ekonomi berjalan, karena akan menjadi destinasi wisata," tambahnya.
Untuk itu, dia menegaskan bahwa Pemkab Bogor harus membenahi kawasan Puncak dengan serius tanpa merugikan masyarakat Puncak itu sendiri.
"Jangan hanya mengorbankan pengusaha kecil, sementara pengusaha besar diberi karpet merah," tandas Sunyoto.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga