RADAR BOGOR - Siswa asal SMPIT Kaifa, Ciomas, Kabupaten Bogor, Ibrahim Hariz Al Rasyid memiliki segudang prestasi yang membanggakan dibidang robotic.
Tidak tanggung tanggung, Siswa asal SMPIT Kaifa Bogor itu mengaku kalau dirinya sering menjuarai beberapa ajang lomba robotic, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.
Siswa kelas 9 di SMPIT Kaifa Bogor ini menceritakan, bahwa prestasinya dalam bidang robotic itu dimulai sejak dia duduk dibangku kelas 7 SMP.
Kata Hariz, di SMPT IT Kaifa Bogor itu memang ada ekstrakulikuler (Eskul) yang khusus membidangi siswa siswanya apabila memiliki hobi dalam merakit robot.
Di 2 bulan pertama Hariz mengikuti eskul robotic itu,Ia terpilih untuk mewakili SMP IT Kaifa dalam ajang lomba robotic yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI).
Namun tidak disangka sangka, kata Hariz, Ia berhasil keluar menjadi salah satu pemenang dalam lomba robotic yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI).
“Sempet engga expect soalnya baru pertama kali ikut lomba, saat itu aku ikut lomba kategori dron dan alhamdulillahnya dapet juara 2,” jelas Hariz pada Radar Bogor.
Selang beberapa bulan, anak kedua dari 4 bersaudara ini pun mulai memberanikan diri untuk mengikuti beberapa lomba robotic tingkat Internasional.
“Pernah ikut di Korea, waktu itu ini tingkat dunia juara 3 lomba kreatif design robotic, waktu itu aku buat robot pencetak batik dari daun daun kering, yang di olah,” ungkapnya.
Yang terakhir pada bulan Mei 2024 lalu, tepatnya saat Hariz duduk dibangku kelas 8, Ia berhasil mendapatkan medali emas dalam ajang Internasional Youth Robot Competition (IYRCY) di Malaysia.
“Disitu aku bikin robot untuk membantu persawahan dan alhamudillah kita menang juara 1 tingkat Asean perkiraan bulan mei kemarin,” tutur Hariz, Rabu (14/8/2024).
Saat mengikuti lomba IYRC di Malysia itu, Hariz menceritakan bahwa Ia tidak sama sekali terfikir bakal keluar menjadi juara, lantaran alat yang digunakannya itu sangat sederhana.
“Kalau dari peralatan pembuatan robot sendiri itu ibarat bambu runcing lawan sniper lah, jadi minimalis banget dan taunya ternyata yang bagus bagus justru pada iri sama kita, karna kita itu minimalis tapi fungsional banget,” tegasnya.
Namun berkat doa orang tua, kata Hariz, dirinya berhasil mendapat medali emas dalam ajang IYRC tingkat Asean yang diselenggarakan di Malaysia.
Namun uniknya, ternyata segudang prestasi yang banyak diraih oleh Hariz itu, ternyata bermula dari hobi yang suka bongkar bongkar peralatan apapun itu.
Sehingga saat Ia hendak masuk pendidikan menengah pertama, Hariz tertarik dengan SMP IT Kaifa lantaran ada eskul roboticnya.
“Pas aku liat sama bunda di SMP Kaifa itu ada Robotic dan memang aku sangat tertarik,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMP IT Kaifa, Casmadi Pasah mengaku bahwa pihak sekolah sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Hariz.
Bahkan, Casmadi menyebut bahwa, eskul Robotic yang ada di SDIT Kaifa itu mulai ramai dan banyak peminatnya saat Hariz masuk dan tergabung dalam eskul tersebut.
“Kita dari sekolah cukup bangga, bahkan bangga banget sama Hariz, kalau kita memang selalu mensuport kepada seluruh siswa yang memang memiliki potensi dibidangnya masing masing,” tungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga