Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengendara di Bogor Harus Waspada Terhadap Penyakit Ini, Jadi Biang Kerok Kasus Kematian Mendadak di Jalan

Reka Faturachman • Kamis, 15 Agustus 2024 | 09:32 WIB
Ilustrasi warga tewas akibat pesta miras.
Ilustrasi warga tewas akibat pesta miras.

RADAR BOGOR - Kasus kematian mendadak yang kerap terjadi di jalan raya pada pengendara menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Kepala Instalasi IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr Achmad Iskandar menerangkan, kematian mendadak dapat diakibatkan oleh sejumlah penyakit.

Namun kasus kematian mendadak ini kebanyakan terjadi akibat adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

"Kasus paling banyak memang karena serangan jantung. Penyakit ini terjadi karena adanya serangan di koronernya akibat ada sumbatan. Hal itu membuat jantung tidak mendapat oksigen dan akhirnya berhenti berfungsi," terangnya kepada Radar Bogor.

Kematian mendadak juga bisa terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah yang berakibat pada serangan penyakit stroke.

Isa (sapaan akrabnya) mengatakan, sebetulnya penyakit tersebut tidak secara tiba-tiba terjadi pada seseorang.

Penyakit ini justru ditandai debgan beberapa gejala. Namun sikap abai membuat penyakit ini memburuk tanpa disadari oleh pengidapnya.

"Biasanya ada gejala awal seperti dada sesak atau terasa berat seperti ditindih. Penyakit ini kemudian muncul dipicu oleh kelelahan, stress, atau kaget saat berada di jalan," ujarnya.

Kondisi kematian mendadak akibat serangan jantung memang berpotensi lebih tinggi terjadi pada seseorang berusia lanjut karena kondisi pembuluh darahnya yang sudah kaku.

Namun kejadian ini tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada seseorang yang masih berusia muda.

"Bisa disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya kebiasaan merokok, makan makanan tidak sehat, punya riwayat hipertensi dan diabetes," ungkap Isa.

Untuk mencegah hal itu terjadi masyarakat perlu lebih rajin melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up).

Hal ini minimal dilakukan 6 bulak sekali. Dengan begitu gejala-gejala penyakit bisa diketahui sejak dini dan tidak bertumbuh semakin parah.

Sementara itu untuk menangani kasus serangan jantung mendadak, masyarakat disarankan untuk menelfon ambulans atau (Jasamarga jika berada di tol) agar seegra mendapat penanganan dari dokter. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #pengendara #kematian mendadak