Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lakukan Pendampingan Terhadap Korban KDRT Selebgram Bogor dan Ketiga Anaknya, Begini Langkah Kemen PPA

Jaenal Abidin • Kamis, 15 Agustus 2024 | 11:19 WIB
Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan KemenPPA Rahmawati ketika menghadiri gelar perkara KDRT di Aula Polres Bogor, Kamis (15/8/2024).
Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan KemenPPA Rahmawati ketika menghadiri gelar perkara KDRT di Aula Polres Bogor, Kamis (15/8/2024).

RADAR BOGOR - Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan (KemenPPA) bakal mendampingi korban KDRT selebgram Bogor. Musababnya, saat ini korban masih trauma berat atas perlakuan tersangka.

"Kami harus melakukan assessment kebutuhan korban seperti apa, korban saat ini masih trauma. dan tentunya kami bekerjasama dengan P2TP2A Kabupaten Bogor," ungkap Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan KemenPPA Rahmawati ketika menghadiri gelar perkara KDRT di Aula Polres Bogor, Kamis (15/8/2024).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendampingan psikologis terhadap korban KDRT dan kebutuhan psikiater juga.

"Tadi saya informasikan juga dari Dinas P2TP2A bahwa psikiater juga sudah tersedia, psikologis klinis juga ada, dan tentunya ini akan tindaklanjuti sesuai hasil assessment," jelasnya.

Mengenai kondisi korban KDRT memang saat ini masih mengalami trauma berat atas kejadian yang menimpa dirinya.

"Kita sampaikan ke Kapolres, bahwa kita masih belum bisa mendapatkan informasi secara detail dari korban yang masih butuh menenangkan diri," ungkap Rahmawati.

Sementara, Asisten Deputi Pelayanan Anak yang memerlukan Perlindungan Khusus KemenPPA Atwirlany Ritonga menambahkan, pihaknya akan menjadwalkan ke rumah korban untuk melihat kondisi ketiga anaknya. "Mudah-mudahan prosesnya mulus," katanya.

Nanti proses ini akan dilakukan untuk mengidentifikasi fisik dan kondisi sikis serta pemetaan terhadap lingkungan keluarga dan lingkungan sosial terhadap tumbuh kembang tiga anaknya.

"Nanti kita akan berkolaborasi dengan psikolog yang ada di Dinas P2TP2A Kabupaten Bogor untuk sama-sama assessment kondisi sikis dan fisik dari tiga anak korban KDRT ini untuk melihat traumanya seperti apa," pungkasnya.

Ketika ditanyai trauma anaknya yang takut kepada pria, menurut Atwirlany Ritonga belum bisa menyampaikan hal itu.

"Karena akan dilakukan assessment dulu oleh tenaga profesional psikolog klinis dan psikolog forensik untuk melihat apakah tingkat traumanya berisiko tinggi, sedang ataupun ringan," tambahnya.

Namun, berdasarkan analisis secara kasat di lapangan bahwa saat ini anak korban KDRT memang tidak mau atau ketakutan melihat sosok laki-laki. (abi)

Editor : Yosep Awaludin
#kdrt #Selebgram Bogor #KemenPPA