Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Devi, Korban Truk Tambang di Bogor. Berawal Saat Keluar dari SPBU! 

Yosep Awaludin • Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:02 WIB
Devi, salah satu korban truk tambang di Bogor pada 2020 silam.
Devi, salah satu korban truk tambang di Bogor pada 2020 silam.

RADAR BOGOR - Namanya Devi. Saat ini ia berusia 20 tahun. Empat tahun lalu ia menjadi korban kecelakaan di jalur neraka truk tambang Bogor. 

Devi masih bisa melempar senyum. Sesekali ia berkelakar.

Mengajak bercanda saat menceritakan kisah pahit dalam hidupnya jadi korban truk tambang.

Sebuah musibah yang menimpanya empat tahun silam.

Bulan Agustus menyimpan cerita getir di hidupnya. Wanita berkulit putih itu harus mengalami luka berat pada tubuhnya.

Akibat ulah sopir truk tambang yang tak hati-hati.

"Masih ingat, kejadian itu hari Rabu 19 Agustus 2020," ucap Devi kepada Radar Bogor Kamis siang (15/8/2024).

Saat itu Devi dalam perjalanan dari rumah neneknya di Serang Banten.

Ia akan pulang ke rumahnya di Kampung Ciaul, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu siang. Menjelang waktu Salat Zuhur sekitar pukul 11.30 WIB.

Ia baru saja mengisi bahan bakar kendaraannya di SPBU Cicacangkal.

Saat itu ia melihat arus lalulintas begitu krodit. Truk tambang mengular.

Kondisi lalulintas yang krodit itu membuat dirinya memilih menunda perjalanan sebentar di SPBU tersebut.

Setelah dirasa truk tambang mulai sedikit lengang, ia kemudian melanjutkan perjalanan.

"Saat itu saya gantian bawa motor dengan teman saya, karena saya cukup lelah bawa motor dari rumah nenek," ujarnya.

Baru saja motor yang ia tumpangi itu hendak keluar dari SPBU, truk tronton dengan muatan tambang yang hendak keluar dari SPBU yang sama menyerempet motornya.

"Truk itu menyalip motor saya dan menyerempet," tuturnya.

Bumper truk itupun menabrak pinggang Devi. Ia berteriak keras saat itu.

Meminta sopir untuk berhenti. Di saat yang sama temanya yang membawa motor mengalami shock.

Bengong. Badannya tak bergerak.

Devi mencoba menjaga keseimbangan motornya sambil menyadarkan temannya.

Ia menepuk punggung temanya untuk segera sadar.

Namun, temannya itu tiba-tiba melompat.

Ia pun terkaget. Devi tak kuasa menahan keseimbangan motor dari posisi jok belakang.

Ia terjatuh bersama dengan motornya.

"Tanpa ada aba-aba, teman saya itu lompat, saya terjatuh, bagian pinggang ke bawah posisinya di dalam kolong truk," tuturnya.

Saat itu pula truk tambang itu menabrak tubuhnya.

Saat itu, sang sopir truk itu bukannya menolong, malah kabur.

Devi sempat terseret hingga 15 meter. "Truk itu baru berhenti setelah diteriaki warga," ujarnya.

Saat itu Devi masih sadar matanya masih terbuka. Sembari menahan sakit luka yang ada di tubuhnya.

Dengan sadar ia meminta tolong pada warga untuk menghubungi keluarganya dengan handphone miliknya.

Namun, handphonenya hancur ikut terlindas ban truk. Ia mencari sekeliling temannya, sayangnya temanya saat itu mendadak hilang.

"Saat itu tidak ada yang berani menolong, Melihat kondisi saya. Saya hanya bisa pasrah dan terus berzikir sembari menunggu polisi datang," tuturnya.

Satu jam Devi menunggu polisi datang. Ia Tergeletak di jalan dengan kondisi terluka. Ia berusaha menahan sakit luka yang derita saat itu.

"Tubuh gak bisa digerakkan. Setelah polisi datang gak lama dievakusi untuk dapat pertolongan medis," kisahnya. (Bersambung) (all)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #korban #truk tambang