Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siap di Sini Warga Bogor yang Suka Kerokan? Simak Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

Yosep Awaludin • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 09:12 WIB
Ilustrasi kerokan masuk angin
Ilustrasi kerokan masuk angin

RADAR BOGOR — Istilah kerokan sudah sangat umum di masyarakat Indonesia. Kerokan merupakan salah satu cara alternatif untuk menghilangkan masuk angin.

Sebenarnya, kerokan banyak digunakan di negara lain, terutama di Asia, seperti China dan Vietnam.

Di China, masuk angin, sakit kepala, dan pegal-pegal diobati dengan gua sha, sedangkan di Vietnam dengan cao gio. Di Indonesia kerokan.

Manfaat Kerokan

Ketika tubuh dikerok, aliran darah menjadi lancar dan sirkulasi jaringan lunak di area tersebut terangsang.

Kerokan juga dianggap memperbaiki metabolisme dan membantu mengatasi peradangan, yang sering menjadi penyebab beberapa penyakit.

Setelah kerokan, area yang dikerok akan memar dan berwarna kemerahan. Tubuh akan lebih santai karena area itu lebih hangat daripada area lainnya.

Karena belum pernah ditemukan efek samping yang berbahaya, metode ini dianggap relatif aman untuk digunakan.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, kerokan dianggap tidak hanya membantu menghilangkan masuk angin, tetapi juga dianggap dapat meredakan gejala beberapa penyakit, seperti:

- Sakit leher

Anda dapat melakukan kerokan di leher sebelum membeli obat karena kerokan lebih baik daripada bantal pemanas atau koyo di belakang leher.

Baca Juga: Bagi Kamu Warga Bogor yang Sibuk, Cobain Metode Olahraga HIIT Yuk! Dijamin Tubuh Lebih Bugar

- Sakit kepala akibat migrain

Saat Anda mengalami sakit kepala migrain, Anda mungkin kerokan. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini tidak kalah efektif dari mengonsumsi obat sakit kepala yang tersedia secara bebas.

- Pembengkakan payudara pada wanita

Setelah persalinan, ibu menyusui sering mengalami pembengkakan payudara, yang menyebabkan kesulitan untuk menyusui. Sebagian besar orang percaya bahwa kekerasan dapat membantu menyelesaikan masalah ini.

- Sindrom Tourette

Untuk meredakan beberapa gejala sindrom Tourette, seperti kedutan berulang (tic) di wajah dan masalah pada suara dan tenggorokan, kekerasan dapat digunakan bersama dengan teknik lain, seperti akupunktur.

- Sindrom menjelang menopause

Gejala sindrom perimenopause, seperti insomnia, kecemasan, mudah lelah, dan jantung berdebar-debar, yang juga dikenal sebagai hot flushes, dapat diredakan dengan gerakan. Wanita yang mendekati masa menopause sering mengalami gejala ini.

- Hepatitis B

Gejala penyakit hepatitis B, seperti peradangan pada liver, kerusakan pada liver, munculnya jaringan parut pada liver, dan penurunan kadar enzim liver, dapat diredakan oleh kerusakan.

Kerokan mungkin aman, tetapi hindari jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah atau mengalami gangguan pembekuan darah.

Bagi mereka yang baru saja menjalani operasi, disarankan untuk menghindari kerokan. Hindari juga kerokan terlalu banyak karena dapat menyebabkan luka.

Pastikan Anda menggunakan logam yang telah dibersihkan sebelumnya. Selain itu, ibu hamil disarankan untuk membatasi jumlah kerokan yang mereka alami selama kehamilan.

Jika Anda ingin mengalami kerokan saat hamil, konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Kerokan adalah teknik sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, tetapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk membuktikan bahwa itu efektif. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kesehatan #kerokan