Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sudah Hampir Empat Bulan Longsor di Kota Bogor Ini Belum Juga Ditangani, Warga Was-was Terjadi Lagi

Reka Faturachman • Senin, 19 Agustus 2024 | 11:54 WIB
Kondisi terkini longsor di Jembatan Dua Cilebut, Kota Bogor.
Kondisi terkini longsor di Jembatan Dua Cilebut, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Bencana longsor di ruas Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor hingga saat ini belum juga mendapat penanganan.

Padahal, bencana longsor ini sudah terjadi hampir empat bulan lamanya, terhitung sejak 30 April 2024 lalu.

Warga setempat mengungkapkan, selama itu belum ada penanganan longsor dari UPTD Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Dinas SDA Jawa Barat maupun Pemkot Bogor.

Akibatnya, warga mesti bersabar setiap kali melintas di jalur tersebut. Sebagian badan jalan yang tergerus longsor membuat arus lalu lintas tersendat.

Kendaraan dari arah Kota Bogor maupun sebaliknya mesti bergantian saat ingin melintas di area tersebut. Imbasnya, jalur ini pun menjadi langganan macet setiap pagi dan sore hari.

Kondisi ini pun mendorong warga setempat untuk secara swadaya mengatur jalan. Mereka turun secara bergantian untuk menjalankan sistem buka tutup agar arus lalu lintas bisa berjalan dengan lancar.

Salah seorang warga, Sarbini mengatakan aktivitas ini biasa dilakukannya setiap pagi dan sore hari. Ketika masyarakat dan pelajar berangkat dan pulang.

"Kalau tidak kami atur bisa macet parah. Karena mesti bergantian lewatnya karena lebar jalannya sangat sempit dan tidak muat dua mobil," tuturnya kepada Radar Bogor Senin (19/8/2024).

Ada sekira 15 orang warga yang bertugas mengatur jalan secara bergantian. Peran mereka juga dirasa penting untuk menghindari adanya kecelakaan lalu lintas akibat longsor tersebut.

Tidak adanya penerangan yang menandai titik longsor tersebut membuat kendaraan yang melintas rawan untuk bablas dan terjun ke dasar tebingan.

Curamnya tebingan tersebut juga diakui Sarbini membuat warga was-was akan adanya longsor susulan.

"Kami berharap supaya segera ditangani longsornya, supaya jalan ini kembali bisa dilewati dengan normal, aman, dan nyaman oleh masyarakat," harap Sarbini.

Pantauan Radar Bogor menunjukkan penanganan yang dilakukan pada kawasan yang dikenal dengan nama Jembatan Dua itu masih sekadar penutupan terpal saja. Sementara pembangunan tembok penahan tanah (TPT) atau beronjong belum dilakukan. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #longsor #Jembatan Dua