RADAR BOGOR - Sebanyak 45 tokoh pemuda dinobatkan menjadi Inspirator dalam Program Generasi Emas Merah Putih yang ada dalam rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2024.
Koordinator Program Generasi Emas Merah Putih, Toto Sugiarto menerangkan, sosok-sosok ini merupakan generasi muda yang dinilai telah memberikan kontribusi positif kepada bangsa Indonesia maupun di bidangnya masing-masing.
Mulai dari pendidikan, kelestarian lingkungan, kesehatan, kewirausahaan, teknologi, hingga kebudayaan.
"Nama-nama yang dinobatkan menjadi inspirator Generasi Emas Merah Putih ini telah melalui rangkaian seleksi yang kami lakukan sejak Bulan Juni 2024. Mulai dari usulan publik, seleksi awal, evaluasi mendalam, hingga verifikasi dan validasi," terangnya kepada Radar Bogor, Rabu (21/8/2024).
Ke-45 tokoh Generasi Emas Merah Putih ini merupakan hasil pengerucutan dan seleksi yang dilakukan oleh Panelis dan ahli dalam dari berbagi unsur Pemerintah Daerah, Akademisi, TNI, Polri dan juga Tokoh Masyarakat.
"Lewat program ini kami ingin menginspirasi para sosok generasi muda itu karena telah banyak berkontribusi pada bangsa dan masyarakat," ucap Toto.
Para inisiator ini diharapkan Toto bisa memberikan inspirasi bagi pata generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.
Sehingga bisa lebih semangat mendorong dirinya untuk berpartisipasi dan berkontribusi mendorong bangsa Indonesia meraih visinya menjadi Indonesia Emas di tahun 2045.
Profil dan kisah inspiratif para inisiator ini akan dibagikan lewat media sosial FMP dan Pemkot Bogor. Hal ini juga akan disebarkan melalui billboard-billboard yang ada di Kota Bogor.
"Kami pun akan merangkum itu menjadi sebuah buku serta mempublikasikannya lewat video podcast yang akan kami garap ke depan," ujar Toto.
Salah Satu Panelis Program Generasi Emas Merah Putih, Syarifah Sofiah menyebut program ini merupakan ide cemerlang karena bisa membawa pikiran generasi muda untuk termotivasi oleh sosok idola yang seusia mereka.
"Di Kota Bogor piramida penduduk generasi yang akan jadi generasi emas itu ada 30 persen dari 1,1 juta total penduduk. Kami mengupayakan 30 persen ini jadi generasi yang diinginkan yakni jadi bonus demografi bukan beban. Berbagai upaya telah kami lakukan dan mudah-mudahan leeat program ini anak-anak muda hisa termotivasi untuk lebih berprestasi," ucapnya.
Salah satu Inspirator, Suci Yoskarina bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya pencapaian itu merupakan hasil dukungan keluarga dan komunitas yang telah memberikan dia kesempatan dan bekerja sama untuk terus mendongeng.
"Saya juga mengapresiasi prohram ini. Semoga lewat program ini apa yang saya lakukan bisa berkelanjutan dan menginspirasi generasi muda selanjutnya," harap dia. (fat)
Editor : Yosep Awaludin