RADAR BOGOR - Polisi ungkap kronologi lengkap kebakaran hebat lapak PKL (pedagang Kaki lima) di Parung Panjang, Bogor Rabu pagi tadi.
Satu pedagang yang sedang tidur di dalam lapak PKL yang kebakaran di Parung Panjang Bogor itu, nyaris tewas terpanggang.
Kapolsek Parung Panjang Kompol Suharto memaparkan, kebakaran lapak PKL di Bogor itu berawal dari korsleting. Api langsung menyambar bangunan lapak.
Suharto menyebut, api pertama kali diketahui oleh salah satu pedagang yang sedang tidur di dalam lapak, di Jalan Majapahit Raya Rt 03/06, Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Pedagang tersebut mendengar suara reruntuhan bangunan warung, dan bau asap yang menyengat. Kemudian, pedagang tersebut langsung menyelamatkan diri dan memanggil bantuan damkar.
"Kejadianya sekitaran pukul 05.30 WIB," paparnya.
Baca Juga: Di Kota Bogor Ada Program Gerobak Sae Pisan, Apa Sih Itu? Yuk Simak Penjelasan Lengkap Disperumkim
Adapun lapak yang habis terbakar diantaranya lapak milik pedagang Pempek, lapak penjual topi, warung sate dan penjual telur.
"Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta," tukasnya.
Butuh 3 Jam
Pemadaman api di lapak PKL yang terbakar tersebut membutuhkan waktu tiga jam. Hal itu lantaran banyak barang yang mudah terbakar di lapak PKL yang terbakar itu.
"Pemadaman menurunkan total 3 unit mobil damkar. Banyak bahan Mudha terbakar membuat pemadaman memakan waktu berjam-jam," kata Suharto.
Lanjut Suharto, hingga saat ini polisi juga masih mendalami dugaan lain penyebab korsleting di lapak PKL tersebut.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga