Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Meski Terlihat Sepele, Ibu-Ibu Warga Bogor Harus Waspada dengan Gejala Baby Blues. Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Yosep Awaludin • Kamis, 22 Agustus 2024 | 09:02 WIB
Ilustrasi baby blues syndrome
Ilustrasi baby blues syndrome

RADAR BOGOR - Gejala baby blues yang terkadang terlihat sepele, dapat membahayakan ibu dan bayi jika diabaikan atau tidak ditangani dengan benar.

Ya, ibu yang baru melahirkan sering mengalami masalah psikologis yang disebut baby blues. Gejala ini menyebabkan mereka lebih emosional dan sensitif, seperti mudah sedih, cemas, lelah, marah, sering menangis, kurang nafsu makan, sulit tidur, dan sulit fokus.

Berbeda dengan depresi pasca melahirkan, gejala baby blues hilang secara bertahap dan biasanya hilang dalam waktu kurang dari dua minggu.

Namun, gejala ini juga sering menyulitkan ibu untuk menyusui dan merawat bayi mereka, sehingga kondisi ini harus diobati dengan baik.

Penyebab Baby Blues

Penyebab baby blues belum diketahui hingga saat ini. Namun, beberapa hal dapat menyebabkannya, yaitu:

1. Perubahan dalam hormon

Tubuh akan mengalami perubahan hormon yang cukup besar setelah melahirkan. Kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh akan turun, yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati atau mood swing, serta lelah dan tertekan.

2. Sulit untuk beradaptasi

Banyak ibu baru yang merasa kewalahan untuk mengurus segalanya sendiri, termasuk mengurus kebutuhan buah hati mereka, karena sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada dan tanggung jawab baru sebagai ibu.

3. Sulit tidur

Siklus tidur bayi baru lahir yang tidak teratur membuat ibu harus terjaga di malam hari dan menghabiskan banyak waktu tidur.

Ini akan membuat mereka lelah dan tidak nyaman. Hal inilah yang juga dapat menyebabkan gejala baby blues, seperti menjadi sedih dan mudah tersinggung.

4. Riwayat penyakit mental

Wanita juga lebih rentan terhadap baby blues atau depresi pascamelahirkan jika mereka memiliki riwayat gangguan kesehatan mental seperti depresi, bipolar, atau kecemasan.

Cara Mengatasi Baby Blues

Baby blues biasanya akan hilang sendiri dalam waktu sekitar dua minggu, tetapi jika Anda mengalaminya, Anda harus menanganinya dengan baik. Beberapa cara untuk mengatasi baby blues adalah:

1. Jangan terlalu membebani diri sendiri

Jangan paksakan diri Anda untuk melakukan segalanya sendiri; sebaliknya, lakukan apa yang dapat Anda lakukan.

Jangan sungkan untuk meminta bantuan pasangan atau orang-orang terdekat Anda jika Anda merasa kewalahan dalam hal pekerjaan rumah atau menjaga Si Kecil.

2. Menjaga jumlah tidur yang cukup

Jika Si Kecil terbangun di malam hari karena mengompol dan Anda masih butuh tidur untuk pulih, jangan ragu meminta pasangan Anda untuk mengganti popok Si Kecil dan menjaganya sejenak. Anda juga harus memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup waktu tidur.

3. Berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan bernutrisi

Anda harus berolahraga secara teratur untuk mengatasi baby blues. Olahraga tidak hanya dapat mengalihkan perhatian dan kekhawatiran Anda, tetapi juga dapat meningkatkan suasana hati Anda dan kualitas tidur Anda.

Jika Anda tidak dapat berolahraga, makan makanan yang sehat juga dapat membantu Anda mengontrol mood Anda.

4. Berbicara dengan orang terdekat Anda

Anda bisa berbagi cerita dengan ibu baru lainnya atau orang terdekat Anda tentang apa yang Anda rasakan untuk membantu mengurangi gejala baby blues dan menemukan solusi terbaik. Dengan begitu, beban pikiran Anda dapat dikurangi.

Baby blues pasti terasa aneh dan tidak wajar bagi Anda saat Anda merayakan kelahiran anak Anda. Namun, jangan lupa bahwa hal ini normal dan terjadi pada banyak ibu lainnya.

Anda membutuhkan banyak dukungan fisik dan moral dari orang-orang di sekitar Anda untuk menghadapi hal ini. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #psikologis #baby blues