RADAR BOGOR, Masalah penghinaan yang dilakukan seorang mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor berisinial R berakhir damai. Hal ini setelah pihak kampus mempertemukan R dengan perwakilan pihak kepolisian.
Warek 3 Bidang Kemahasiswaan Unpak Bogor, Andi Chairunnas mengatakan, kedua belah pihak telah bertemu dan mencapai kata mufakat.
R sudah meminta maaf atas ucapan yang dia keluarkan saat demo kawal putusan MK di Jakarta, Kamis (22/8/2024).
"Saya kira itu dari unsur kami juga Universitas Pakuan berserta jajaran memohon maaf atas kejadian yang terjadi kepada mahasiswa kami. Saya kira nanti bisa jadi bahan pembelajaran berikutnya kepada anak-anak kami," katanya kepada Radar Bogor, Jumat (23/8/2024).
Selain itu, pihak Unpak Bogor juga sudah meluruskan masalah penggerudukan yang terjadi malam tadi.
Petugas juga sudah meminta maaf atas kejadian itu dan sepakat menjaga agar kedepannya tidak terulang kembali.
"Pihak berwenang juga hadir untuk membantu menyelesaikan masalah ini, jadi semua sepakat untuk berdamai," ungkapnya.
Pihaknya memastikan tak ada lagi intervensi yang terjadi setelah ini, termasuk ancaman-ancaman di media sosial.
Pelaku R sudah meminta maaf dan permohonan maaf itu diterima langsung oleh aparat kepolisian.
"Kondisi di lapangan memang sudah tidak kondusif, sehingga R mengeluarkan ucapan tanpa pikir panjang. Namun itu salah, maka hari ini dia minta maaf atas ucapan tersebut apalagi saat itu dia beridentitas institusi kampus," bebernya.
Sementara itu, pelaku mengatakan dirinya mengucapkan hal tersebut secara spontan. Saat itu dia melihat banyak massa aksi yang mengucapkan hal yang serupa.
"Saya emosi dengan situasi yang terjadi, jadi akhirnya tidak sengaja mengucapkan hal itu," ungkapnya.
Dia pun meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
"Saya juga gak kepikiran untuk mengucapkan hal tersebut, jadi saya bertanggung jawab atas ucapan saya," tegasnya.(rp1)
Editor : Alpin.