Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

CEO Radar Bogor Bagikan Tips Bermain Sosial Media Untuk Generasi Muda di Workshop Citizen Journalism

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 25 Agustus 2024 | 19:53 WIB

 

CEO Radar Bogor Nihrawati saat mengisi materi di Workshop Citizen Journalism.
CEO Radar Bogor Nihrawati saat mengisi materi di Workshop Citizen Journalism.

RADAR BOGOR - Ada yang menarik di workshop Citizen Journalism Festival Merah Putih Bogor kali ini.

Sebab, CEO Radar Bogor langsung yang memberi materi, bagaimana aman dan bagusnya bermain sosial media, bagi generasi muda sebagai Citizen Journalism.

Kepada para generasi muda yang hadir di workshop Citizen Journalism, CEO Radar Bogor Nihrawati membagikan tips ampuh, yang aman bermain sosial media.

Ia mengatakan, masyarakat perlu memperhatikan sejumlah aturan terkait konten agar terhindar dari masalah.

Contohnya konten yang bermuatan negatif, seperti anak kecil dan kekerasan yang harus diblur.

Agar algoritma internet atau media sosial bisa menerima konten tersebut.

"Pelanggaran konten bisa membuat konten dibatasi sampai diblokir. Sehingga harus teliti dalam membuat konten tersebut," katanya.

Tak hanya sebatas video atau foto, kalimat yang mengandung unsur kekerasan atau perilaku tidak baik juga mempengaruhi.

Jadi saat membuat kalimat untuk caption atau konten, kata dia, disarankan untuk memastikan kalimat tersebut tidak mengandung unsur terlarang.

"Beberapa kata sebaiknya diganti agar tetap terbaca oleh internet kemudian bisa direkomendasikan. Bila hal itu tidak dilakukan bisa saja konten yang naik tidak mendapatkan respon dari internet," ungkapnya.

Selain itu, Mantan Pemimpin Redaksi Radar Bogor ini meminta agar masyarakat pembuat konten untuk memastikan konten yang dibuat benar.

Sebab konten yang terindikasi sebagai berita bohong atau hoaks bisa menjadi ancaman untuk pembuatnya.

"Kami sebagai media pernah mengalami membuat berita bohong karena mendapat informasi dari masyarakat atau citizen journalism. Saat itu kami membuat berita soal ancaman bom di salah satu mall ternyata hal itu salah atau hoaks," ungkapnya.

Akibat informasi itu, media yang memberitakan harus ikut bertanggungjawab.

Serta pelaku penyebar hoaks dipenjara. Belajar dari kasus ini maka Ira (sapaan akrabnya) menyarankan untuk memverifikasi kebenaran konten yang akan dibuat.

"Warga bisa terancam pidana bila menyebarkan informasi bohong maka sebaiknya dicari kebenarannya. Atau menyampaikan ke wartawan agar bisa diketahui dan dikonfirmasi terlebih dahulu informasi yang diterima," bebernya. 

Menurutnya, perlu dipahami jurnalisme warga dan wartawan berbeda.

Baik secara perlindungan maupun kerja-kerja mencari informasi.

Wartawan dilindungi oleh UU Pers dan memberitakan setelah mendapat konfirmasi dari kedua belah pihak.

Sedangkan warga dilindungi oleh UU ITE yang rentang menjerat dan tidak mendapatkan akses konfirmasi seluas wartawan.

"Ini yang perlu diperhatikan soal perbedaan wartawan dan warga sehingga saat membuat konten pastikan agar benar dan sesuai dengan fakta untuk menghindari masalah di kemudian hari," jelasnya. 

Adapun, Dewan pengarah FMP 2024, Harlan Bengardi mengatakan, workshop ini menjadi upaya untuk mendukung citizen journalism Kota Bogor semakin maju dan berkembang.

Sebab citizen journalism saat ini banyak tersebar di media sosial namun seringkali berujung hoaks atau masalah lainnya 

"Lewat materi yang disampaikan pemateri, membantu masyarakat khususnya generasi muda untuk belajar terkait konten. Jadi mereka paham mana yang boleh, baik atau mana yang tidak boleh. Hasilnya diharapkan bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya. (rp1)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#sosial media #radar bogor #Citizen Journalism