RADAR BOGOR - Ratusan ribu warga Kabupaten Bogor berstatus pengangguran. Mirisnya, mereka didominasi usia produktif.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah. "Ya, kebanyakan yang pengangguran usia produktif," katanya kepada Radar Bogor.
Meski menyentuh angka 230 ribu pengangguran, kata dia jumlah tersebut mengalami penurunan.
Berdasarkan data terkahir, ia mengatakan dari 14,3 persen angka pengangguran sekarang sudah turun sudah 8,47 persen. "Jadi ada penurunan," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, banyak warga Bogor yang menganggur dan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Iwan (20) salah satunya, ia masih berjuang mencari pekerjaan.
Warga Ciampea itu mencoba melamar pekerjaan ke sejumlah perusahaan. Sudah satu bulan ia lakukan. Baik melamar kerja secara online maupun offline. Hasilnya masih nihil. Belum ada panggilan.
"Susah sekarang nyari kerja, udah sebulan coba ngelamar, masih belum ada," katanya kepada Radar Bogor Senin (26/8/2024).
Hal serupa dikatakan oleh Firmansyah (26). Sudah tiga Minggu ia mencari pekerjaan. Memasukan lamaran secara online dan offline. Namun belum ada panggilan kerja bagi dirinya.
"Tahun lalu, sempat kerja, cuman habis kontrak, ini melamar kerja lagi, masih belum dapat," tuturnya.
Pun dengan Ilham (28). Ia mengaku sudah malas melamar kerja. Ia memilih berjualan kopi keliling. Sudah habis modal untuk warga Wiri mencari kerja. Hingga akhirnya ia memutuskan mulai usaha minuman starling.
"Ngelamar kerja keluar modal, tapi zonk. Jadi ini pilih jualan aja, lumayan juga, asal jangan gengsi aja," kata pemuda lulusan kampus ternama di Bogor itu.
Kondisi itu dialami oleh mayoritas warga Bogor. Mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dan masih menyandang status pengangguran. (all)
Editor : Yosep Awaludin