RADAR BOGOR - SMAN 2 Cibinong Bogor diterpa isu mengejutkan. Beredar kabar sekolah akan mengadakan study tour ke luar negeri dengan biaya cukup fantastis Rp12 juta per siswa.
Namun kabar tersebut dibantah Humas SMAN 2 Cibinong, Teguh Satya Pratama. Teguh mengungkapkan biaya Rp12 juta untuk program study tour ke luar negeri itu terlampau mahal, dan pihaknya tidak pernah menyebut angka tersebut.
Akan tetapi, Teguh membenarkan SMAN 2 Cibinong memiliki program untuk mengajak siswanya ke luar negeri namun untuk penamaannya sendiri bukan study tour melainkan Field Trip Asia.
“Kalau untuk biaya melihat dari tahun kemarin gak sampai Rp7 juta, kita kan ke Singapore dan Malaysia,” ujarnya pada Radar Bogor, Selasa (27/8/2024).
Lebih lanjut lagi, Teguh menjelaskan program Field Trip Asia itu bersifat tentatif sehingga tidak diwajibkan untuk semua siswa, dan hanya diperkenankan bagi siswa yang berkenan ikut saja.
Adapun untuk tujuan dari program Field Trip yang diusung SMAN 2 Cibinong itu, untuk mempersiapkan para siswanya agar menjadi masyarakat dunia atau global citizen.
“Jadi mereka dikenalkan dengan percakapan bahasa Inggris, pengenalan budaya budaya di luar Indonesia, dan di sana juga kita melakukan kunjungan dengan kampus-kampus terbaik yang ada di luar,” jelas Teguh.
Teguh mengungkapkan, program tersebut baru mulai berjalan sejak tahun kemarin, sehingga tahun ini pihaknya belum merencanakan kapan program itu bakal direalisasikan kembali.
Akan tetapi, Teguh juga menuturkan biasanya program Field Trip Asia itu diselenggarakan menjelang akhir tahun, sekita Oktober hingga Desember.
“Nah, untuk pesertanya memang tidak diwajibkan jadi siapa aja yang mau dan berminat ini salah satu program yang tidak wajib untuk diikuti,” ucapnya.
Meskipun begitu, Teguh mengaku program Field Trip Asia ini sudah disosialisasikan bukan hanya kepada siswa melainkan kepada wali murid juga.
Dan dia mengatakan, respon antara siswa dan wali murid SMAN 2 Cibinong terkait program Field Trip Asia ini sangat baik, karena menurutnya program ini memang diperuntukan bagi siswa yang ingin berkarir di luar negeri.
Baik itu berkarir sebagai seorang yang ingin kerja di luar negeri, ataupun para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan untuk berkuliah di sana.
Teguh juga memaparkan asal mula program ini diawali dengan terpilihnya Kepala SMAN 2 Cibinong untuk mewakili Indonesia mengikuti kegiatan Apex School Leadership di Korea beberapa waktu lalu.
“Nah, dari Indonesia itu hanya empat kepala sekolah yang bisa berangkat ke Korea, di sana baru saja terbuka bahwa anak-anak sudah harus dipersiapkan menjadi global citizen,” tungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin