RADAR BOGOR - Wajah RW 2 Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, kini kian cantik pasca adanya diintervensi yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor.
Upaya penataan Kampung Mantarena itu, dilakukan dalam Program Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Permukiman Indah, Sehat, Aman dan Nyaman (Gerobak Sae Pisan).
Kampung Mantarena itu kini tampak lebih rapi, teratur, dan indah berkat penataan yang dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor yang berkolaborasi dengan 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di Kota Bogor.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Rr Juniarti Estiningsih menjelaskan, dalam penanganan kawasan kumuh perkotaan ini, pihaknya tidak hanya mengembangkan sosial pemberdayaan, namun juga sosial ekonomi bagi warga setempat.
Warga kampung ini didorong untuk lebih berdaya dengan menjalankan UMKM kuliner di lingkungan mereka sendiri yang telah ditata sedemikian rupa sehingga tampak cantik dan menarik sebagai destinasi wisata kuliner baru.
"Warga di sini sebetulnya sudah ada potensi namun belum terkoordinir. Akhirnya kami aktivasi 42 calon UMKM supaya bisa menjalankan usaha kuliner. Mereka mendapat bantuan modal dari Baznas serta membentuk koperasi," beber Esti (sapaan akrabnya) kepada Radar Bogor, Selasa (27/8/2024).
Kawasan yang awalnya kumuh ini pun ke depan akan menjadi destinasi wisata menyediakan aneka kuliner nusantara seperti rujak, soto mie, gado-gado, gudeg, combro, puding, dan berbagai menu minuman segar.
"Kami berharap gagasan ini bisa membuat sosial ekonomi masyarakat setempat menguat dan berdaya. Bahkan lebih jauh kami harap ke depan kampung ini jadi kampung tematik yang menyajikan konsep dagangan tepi sungai setiap akhir pekan," ucap Esti.
Di Kampung Mantarena masyarakat atau pelancong bisa menikmati kuliner di 3 spot berbeda. Di antaranya di Warung Kerek Mantarena, D'Girlipit, dan Sigaricis.
Lewat program sosial ekonomi ini Esti berharap masyarakat bisa lebih berdaya dan memiliki perekonomian keluarga yang kuat. Sehingga dapat mempertahankan lingkungan yang tertata.
Hal ini diperkuat dengan adanya Perwali sebagai penguatan hukum, SK kolaborasi untuk mrnjaga komitmen OPD mendukung program Gerobak Sae Pisan, dan Buku Pedoman Gerobag Sae Pisan sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program tersebut.
Program yang menjadi pilot project untuk penataan kawasan kumuh di Kota Bogor. Ke depan ini rencananya akan diterapkan di kampung kumuh lainnya yang totalnya berjumlah 103 lokasi.
"Nanti kampung yang sudah menerima ptogram.ini akan dilombakan untuk memotivasi warga supaya senantiasa menjaga intervensi yang telah diberikan," terang Esti.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga