RADAR BOGOR - Sempat ramai diberitakan, soal Wakil Presiden indonesia terpilih, Gibran Rakabuming Raka yang menyebutkan bahwa nasi untuk makan siang gratis siswa bisa diganti menggunakan jagung.
Tentu ungkapan tersebut menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat Indonesia, terutama masalah khasiat dari jagung bagi kesehatan siswa.
Apalagi seperti diketahui, makan siang gratis untuk siswa di Indonesia ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Indonesia ke depannya.
Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Studi Pembangunan, Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Jaenal Efendi menyebut bahwa ungkapan Gibran mengenai nasi diganti menjadi jagung adalah solusi yang baik.
Sebab, menurut Jaenal baik nasi ataupun jagung itu sama sama karbohidrat sehingga sama-sama memiliki nutrisi yang bagus untuk perkembangan siswa.
“Saya rasa ini solusi yang baik, bahkan mungkin karbohidrat alternatif lainnya juga perlu diungkap, atau perlu untuk diwujud nyatakan permintaannya atau produksinya banyak, karena ini menjadi solusi bagus,” ujarnya.
Bahkan, Jaenal mengungkapkan, pihaknya sudah punya beras analog, yang merupakan produksi dari jagung, dengan berbentuk seperti layaknya beras pada umumnya.
Janenal menuturkan program makan siang gratis untuk siswa ini menjadi tanggung jawab bersama untuk diwujud nyatakan, karena menurutnya apabila program ini berjalan maka akan memberikan dampak yang baik untuk kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kedepannya.
Oleh karenanya, Jaenal menegaskan PSP3 IPB University siap membantu pemerintah untuk merealisasikan program makan siang gratis untuk siswa.
“Ini tujuannya sangat luar biasa bagaiaman masyarakat ini memiliki gizi yang bagus, sehingga dari sini bakal terwujud kualitas SDM unggul kedepannya ketika mereka punya asupan yang baik,” pungkasnya (Cr1)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim