RADAR BOGOR — Ngidam saat hamil sebenarnya adalah hal normal. Namun, jika ibu hamil memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat secara teratur, ngidam tersebut dapat berubah menjadi hal yang tidak baik.
Di Indonesia, banyak bumil ngidam makan yang asam, pedas, atau asin, seperti bakso, mangga muda, atau rujak buah.
Ada juga makanan yang ngidam lebih khusus, seperti bebek goreng dengan sambal mangga atau bakso dengan sambal pedas.
Lihatlah apakah ngidam dapat dijelaskan secara medis dan bagaimana menyikapinya dengan benar.
Penyebab Ngidam Saat Hamil
Ibu hamil mungkin mengalami morning sickness, yang ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, dan tidak mau makan. Kemudian, meskipun ini tidak selalu terjadi, ibu hamil juga mungkin mulai ngidam.
Meskipun penyebab ngidam belum diketahui secara pasti, beberapa ahli mencoba menjelaskan beberapa hipotesis, antara lain:
1. Kultur dan budaya
Faktor-faktor budaya yang mempengaruhi jenis makanan yang biasanya diinginkan ibu hamil dapat menyebabkan ibu hamil mengidam saat hamil.
2. Kekurangan gizi
Bumil mungkin menginginkan lebih banyak makanan tertentu jika mereka kekurangan nutrisi tertentu. Misalnya, Bumil mungkin mengidam cokelat karena tubuhnya kekurangan magnesium. Kemudian, dia mungkin mengidam daging merah karena tubuhnya kekurangan protein.
Baca Juga: Meriah! Pembukaan Paralimpiade Paris 2024, Libatkan Musisi Hingga Penari Disabilitas
3. Perubahan dalam konsentrasi hormon
Perubahan hormon dalam tubuh, yang juga disebut sebagai "ngidam saat hamil", juga dapat menjadi penyebab PMS, karena perubahan hormon dapat mengubah rasa dan bau makanan.
Oleh karena itu, ibu hamil mungkin lebih suka makanan tertentu daripada sebelumnya, atau sebaliknya.
4. Perubahan yang terjadi pada bagian otak
Bagian otak yang mengatur sensasi pengecap atau lidah juga dapat dipengaruhi oleh perubahan pada rahim yang terjadi secara bertahap. Karena itu, hipotesis ini masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
5. Pergeseran
Jika ibu hamil ingin sesuatu yang seharusnya dihindari saat hamil, seperti kopi atau soda, gidam dianggap sebagai jalan pengalihan.
Bagaimana Menyiasati Ngidam yang Aman Saat Hamil
Jika ibu hamil masih dapat mengendalikannya, ngidam biasanya tidak berbahaya. Namun, makanan yang dikonsumsi ibu hamil yang mengandung banyak kalori tetapi tidak memiliki nutrisi yang diperlukan untuk kehamilan dapat menyebabkan ngidam.
Makanan-makanan ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan dan kegemukan, yang tentunya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan selama kehamilan.
Bumil dapat menghindari ngidam dengan cara-cara berikut:
1. Pastikan untuk sarapan pagi
Karena perubahan tubuh yang signifikan yang dialami ibu hamil, mereka lebih berisiko menjalani pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat.
Perubahan ini dapat memengaruhi emosi dan kepercayaan diri ibu hamil. Sarapan setiap hari dapat membantu Anda menghindari ngidam.
2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur
Selain mengatur pola makan, Bumil harus berolahraga secara teratur sebisa mungkin. Hal ini dapat memberikan dampak positif pada suasana hati dan emosi Bumil, karena emosi yang stabil akan mengurangi keinginan naluriah untuk makan makanan yang enak.
3. Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis
Konsumsi makanan dan minuman manis harus dibatasi saat hamil, terutama jika ibu hamil berisiko mengalami diabetes gestasional.
Bumil dapat mengendalikan keinginan mereka untuk makanan yang tidak sehat menjadi makanan yang lebih sehat.
Misalnya, jika mereka menginginkan es krim stroberi yang berlemak, mereka dapat memikirkan makanan yang lebih sehat seperti yoghurt stroberi atau buah stroberi segar. Mereka juga dapat memilih makanan sehat lainnya, seperti edamame.
4. Jangan makan makanan berbahaya
Dalam situasi tertentu, ibu hamil dapat mengidam makanan yang berbahaya baginya dan janinnya, meskipun ini sangat jarang terjadi. Pica, atau pemakan segala, adalah istilah untuk gangguan makan seperti ini.
Krayon, deterjen, tanah, atau bongkah es dari lemari es adalah beberapa contoh benda yang tidak lazim untuk dikonsumsi oleh pengidap pica.
Ini jelas harus dihindari karena dapat membahayakan janin. Gangguan perkembangan kemampuan motorik anak, skor IQ rendah, dan gangguan pendengaran adalah beberapa akibat pica.
5. Beri perhatian pada berat badan Anda
Untuk memastikan bahwa ngidam yang Bumil alami masih dalam batas aman, perhatikan peningkatan berat badan. Namun, ngidam saat hamil bukanlah sesuatu yang dilarang.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan saat hamil dapat meningkatkan risiko preeklamsia dan komplikasi lain yang terkait dengan kehamilan.
Jika berat badan Bumil sebelum hamil sudah ideal, dia harus menambah 11–15 kg saat hamil. Namun, jika dia sudah kelebihan berat badan sebelum hamil, usahakan dia tidak menambah lebih dari 11 kg.
Bumil dapat menikmati makanan yang enak tanpa mengalami masalah kesehatan dengan mengelola hasrat ngidam saat hamil.
Namun, jika ngidam saat hamil mengganggu atau menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. (***)
Editor : Yosep Awaludin