RADAR BOGOR - Sejumlah driver ojol (ojek online) se-Jabodetabek menggelar aksi demonstrasi, di Jakarta hari ini Kamis (29/8/2024).
Namun, beberapa driver ojol di Kota Bogor memilih untuk tidak ikut dalam aksi demonstrasi tersebut.
Meski para driver ojol di Kota Bogor tidak mengikuti aksi demonstrasi, mereka tidak lupa mendoakan kawan se profesinya yang sedang berjuang menyuarakan aspirasi.
Seperti diungkapkan Sapdian (24). Ia memilih untuk tidak ikut melakukan aksi demonstrasi ke Jakarta, lantaran ada beberapa hal, salah satunya kebutuhan ekonomi keluarga.
Meski tidak bisa menjadi salah satu bagian dari masa aksi driver ojol se-Jabodetabek, ia tetap mendoakan driver lainnya, terutama dalam hal keselematan.
“Sebelumnya minta maaf, saya pilih doa dari jauh dan saya juga respect banget sama ojol lain yang sudah menyuarakan hak yang seharusnya didapatkan oleh para ojol,” tutur Sapdian pada Radar Bogor.
Tidak lupa Sapdian juga mengaku jika drinya sepakat atas dua tuntutan yang hari ini menjadi alasan para driver ojol se-Jabodetabek melakukan aksi demonstrasi.
Diketahui dua tuntutan utama yang dibawa dalam aksi itu yakni, menurunkan biaya potongan aplikasi yang saat ini mencapai 20 hingga 30 persen, serta melegalkan pekerjaan ojol di dalam undang-undang.
“Semoga teman-teman yang hari ini melakukan aksi dapat diberikan keselamatan dan diberikan jalan terbaik, karena walau bagaimanapun kami juga ikut andil atas kesuksesan perusahaan,” jelasnya.
Hal serupa juga diutarakan drivel ojol di Kota Bogor dengan inisial I. Semula dirinya sudah ingin berangkat ke Jakarta untuk menjadi bagian dari masa aksi tersebut.
Namun lagi-lagi dia tidak diizinkan oleh sang istri, dan memilih bantu doa dari jauh untuk teman-teman se profesinya yang hari ini melakukan aksi demonstrasi.
“Saya sebetulnya kepingin banget ikut aksi, cuma ya mau bagaimana lagi, jadi saya bantu doa aja dari sini semoga mereka semua tetap diberikan keselamatan,” ucapnya.
Menurutnya, aturan mengenai potongan biaya aplikasi yang mencapai diangka 20 hingga 30 persen itu sangat berdampak terhadap pemasukannya.
“Bayangin aja, kalau kita satu kali tarikan cuma Rp15 ribu terus dipotong, yang masuk ke kantong kita jadi berapa coba,” ungkapnya.
Oleh karenanya Ia berharap kepada para pemangku kebijakan, jika membuat aturan tolong untuk melihat juga kondisi masyrakat kecil seperti dirinya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin