RADAR BOGOR, Setiap warga Kota Bogor, yang menunggak pajak bumi dan bangunan (PBB) perlu bersiap. Pasalnya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor akan menggelar Operasi Sisir (Opsir)di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Bogor.
Kepala Bapenda Kota Bogor, Denny Hendana mengatakan, setiap tempat akan digelar opsir menyesuaikan jumlah penunggak PBB.
Saat ini, Kecamatan Bogor Selatan menjadi wilayah dengan penunggak PBB terbanyak, sedangkan Bogor Tengah memiliki penunggak terendah.
"Jadi misalnya di kecamatan yang paling tinggi tunggakannya, yaitu Kecamatan Bogor Selatan, itu ada 87 kali kita opsi," paparnya.
"Sementara di kecamatan paling sedikit tunggakannya, yakni Bogor Tengah, 44 kali kegiatannya," katanya saat Rapat Persiapan Opsir di Kantor Bapenda Kota Bogor, Jumat (29/8/2024).
Kemudian pelaksanaan opsir ini akan bekerjasama dengan Bank BJB sebagai penerima uang, serta pihak kecamatan, kelurahan, RW, sampai RT akan dikerahkan untuk ikut menyisir.
"Jadi ini dari rumah ke rumah agau door-to-door ya. Kita lakukan penagihan ke wilayah langsung tidak seperti biasanya masyarakat yang datang ke kita," ujarnya
Bapenda menurutnya telah memiliki data lengkap terkait lokasi dan titik-titik penunggak pajak. Hal ini bisa mempermudah proses penagihan karena tepat sasaran.
"Dalam PBB itu kan ada 5 buku jadi khusus buku 1, 2, 3 itu nilai tagihan di bawah 2 miliar dan ini dihapuskan dendanya. Jadi masyarakat kategori buku 1-3 tidak perlu membayar denda hanya pokok per tahun saja," tuturnya.
Denny menjelaskan jumlah keseluruhan yang seharusnya ditagih mencapai 500 miliar. Ini merupakan tunggakan akumulasi sejak 2013 sampai 2024 sekarang.
Namun melihat kemungkinan yang bisa didapat mereka menargetkan 40 miliar untuk opsir tahun ini.
"Jadi ini target yang ditetapkan secara realistis melihat evaluasi di tahun-tahun sebelumnya. Tapi dari Pj Wali Kota Bogor tetap memberikan semangat agar bisa lebih dari itu," jelasnya.
Operasi sisir PBB ini dimulai dari 2 September sampai 23 Desember. Diharapkan ini bisa selesai sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
"Akan ada waktu tertentu kita berhenti sejenak untuk opsir. Seperti saat masa kampanye atau Pilkada nantinya," ujarnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari opsir ini bertujuan untuk menggenjot pendapatan agar realisasi pendapatan bisa lebih sehat.
Sebab, selama ini APBD kota Bogor disebut masih perlu ditingkatkan untuk menyeimbangkan pendapatan dan belanja daerah
"Ini agar kita tidak selalu terjadi refocusing yang terlalu ekstrim. Semua OPD dan wilayah harus terlibat dalam program ini," katanya.
Dia pun berharap opsir ini bisa mengumpulkan banyak anggaran yang bisa dimasukkan ke APBD. Sebab nilai dari hasil opsir ini disebut cukup besar bila bsia masuk ke APBD.
"Ya saya berharap banyak yang bisa diraup dalam operasi sisir ini. Sebab, bila bisa hasilkan PBB misalnya Rp 60 miliar hingga Rp 100 milir saja itu sangat membantu pembangunan," harapnya.(rp1)
Editor : Alpin.