RADAR BOGOR - Warga Bogor yang berencana ingin sedot lemak untuk kesehatan, nampaknya harus mengetahui sejumlah fakta dan mitos yang ada.
Sebab, seperti kita ketahui, apapun yang berbau kesehatan dan lainnya, pasti banyak beredar mitos di masyarakat, termasuk di Bogor, tanpa mengetahui fakta yang pasti
Nah, berikut fakta dan mitos tentang tindakan medis sedot lemak yang diambil Radar Bogor di Halodoc.
Diketahui, sedot lemak merupakan tindakan pembedahan, atau prosedur hisap untuk menghilangkan lemak di area tertentu pada tubuh.
1. Turunkan berat badan praktis
Ternyata ini merupakan sebuah mitos.
Sedot lemak tidak menurunkan berat badan secara mudah dan instan.
Sebab sedot lemak hanya menghilangkan lemak-lemak di area tertentu.
Kalau mau kurus, kalian juga harus rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, konsultasi ke dokter, khususnya dokter gizi.
2. Hasil sedot lemak permanen
Baca Juga: Kebiasaan Arsenal Gaet Pemain Tetangga Bisa Berlanjut, Ini Dia Rinciannya
Poin ini juga adalah sebuah mitos.
Di mana, jika kalian sedot lemak, lemak bisa kembali jika kita tidak menjaga pola hidup sehat, dan juga makan sehat.
3. Dapat mengencangkan kulit
Baca Juga: Launching Sentra Gakkumdu, Ini Strategi Bawaslu Kota Bogor Tangani Pelanggaran Pilkada 2024
Statement ini juga merupakan sebuah mitos.
Sedot lemak tidak bisa mengecangkan kulit kita.
Merawat kulit agar kencang juga harus berkonsultasi dengan dokter kulit.
4. Bisa di beberapa bagian tubuh
Fakta. Sebab, sedot lemak bisa dilakukan untuk di beberapa bagian pada tubuh kita. Seperti:
- Perut dan pinggang.
- Pinggul dan punggung.
- Pipi, dagu, dan leher.
- Pantat.
- Betis.
- Lengan bagian atas.
5. Tidak dapat dilakukan semua orang
Baca Juga: PPK Ormawa Hima Biologi Helianthus Unpak, Gagas Sanggar Tani Muda di Ciomas Bogor, Ini Tujuannya
Fakta. Ada beberapa kelompok yang memang tidak bisa melakukan prosedur sedot lemak.
Misalnya, orang yang memang sudah kurus, atau kekurangan berat badan.
Orang dengan penyakit kronis, dan memiliki kondisi kulit tidak sehat, juga gak bisa melakukan sedot lemak.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga