RADAR BOGOR - Proyek pembangunan Sekolah Satu Atap (Satap) di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor dikeluhkan warga setempat.
Hal itu lantaran, aktivitas proyek yang gaduh dirasa mengganggu sejumlah warga Baranangsiang, terutama yang rumahnya berdekatan dengan sekolah tersebut.
Kondisi ini membuat warga Baranangsiang gusar hingga akhirnya melayangkan surat kepada Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari.
Dalam suratnya, warga meminta agar Pj Wali Kota Bogor menggelar mediasi antara warga dengan pihak kontraktor proyek itu.
"Kontraktor harus tetap memperhatikan norma dan nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat, serta menghormati hak warga," ujar warga Baranangsiang dalam surat itu.
"Kontraktor seharusnya bekerja sesuai aturan sebagaimana sudah dituangkan dalam Perda Kota Bogor No, 1 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Katentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat, yang merupakan acuan bagaimana harmonisasi warga dan Pamerintah Daerah sudah berjalan selama ini," tulis warga.
Tujuannya agar persoalan dan keluhan yang dirasakan oleh masyarakat dapat teratasi, tanpa mengganggu jalannya proyek tersebut.
Sebab, di lain sisi, warga RT 07 RW 14 Baranangsiang yang melayangkan surat permohonan mediasi itu sebetulnya sangat setuju dan mengapresiasi langkah Pemkot Bogor membangun SD dan SMP Negeri baru.
Kehadiran sekolah baru dinilai bisa mencerdaskan kehidupan bangsa dan tentunya akan bernilai manfaat bagi anak didik maupun masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah itu.
Menanggapi hal itu, Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengatakan dirinya belum mendapatkan laporan mengenai keluhan tersebut. Meski begitu dirinya berjanji akan segera memeriksanya.
"Saya belum terupdate laporan dan lain-lain. Saya cermati (dan) cek (terlebih dahulu)," ujar Hery saat dihubungi Radar Bogor, Senin (2/9/2024).
Berdasarkan informasi yang didapatkan Radar Bogor, pihak kontraktor sudah mengirimkan surat klarifikasi dan permohonan maaf kepada warga Baranangsiang.
Dalam surat itu Direktur PT Sadar Karya Dinamis, Didin Moh Solehudin juga memohon waktu kepada masyarakat untuk mengerjakan struktur bangunan hingga Oktober 2024 mendatang.
"Setelah tahapan struktur, pekerjaan akan masuk pada arsitektur dan finishing. Menurut hemat kami kebisingan akan dapat diminimalisir pada tahap pekerjaan itu," ujarnya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin