RADAR BOGOR - Warga Villa Duta RT 07 RW 14, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor mengaku terdampak pembangunan sekolah satu atap SMP di SDN Duta Pakuan.
Warga Villa Duta mengeluhkan kebisingan proyek sekolah satu atap Bogor, yang dikerjakan hingga malam, pukul 23.00 WIB.
Warga Villa Duta disebut sempat memberikan solusi pengerjaan sekolah satu atap sampai pukul 19.00 WIB dengan waktu kerja mulai lebih pagi. Namun, disebutkan hasil mediasi belum menemukan titik temu.
Kontraktor Proyek, PT Sadar Karya Dinamis menyebut sudah mengetahui ketidaknyamanan yang dialami warga Villa Duta tepatnya di Jalan Sari Ibun akibat proyek Satap tersebut.
Hal itu mereka sampaikan dalam surat klarifikasi dan permohonan izin yang disampaikan ke warga Villa Duta pada 24 Agustus lalu.
Dalam surat itu, Direktur PT Sadar Karya Dinamis, Didin Moh Solehudin mengatakan mereka meminta maaf atas ketidaknyamanan.
Namun, kata dia, tak ada unsur kesengajaan untuk membuat gaduh.
"Ini murni karena pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada kami sesuai dengan perjanjian kontrak pekerjaan yang telah disepakati dengan pemberi kerja yakni dinas pendidikan Kota Bogor," tulisnya.
Waktu pengerjaan proyek juga disebut sangatlah singkat yaitu tersisa 210 hari. Sehingga untuk menyelesaikan tepat waktu mereka perlu bekerja siang dan malam.
"Tahapan pelaksanaan pekerjaan kami ini telah memasuki tahap akhir pekerjaan Struktur, dimana salah satu item pekerjaannya yakni pengecoran yang dimungkinkan menjadi salah satu sebab sumber kebisingan yang dikomplain warga," sebut surat tersebut lm
Mereka pun meminta warga untuk memaklumi pekerjaan tersebut untuk sementara waktu. Mereka minta waktu hingga Bulan Oktober 2024 sampai berakhirnya pelaksanaan pekerjaan atruktur tersebut.
"Saat tahapan pekerjaan memasuki tahap Arsitektur dan Finishing menurut hemat kami sudah tidak akan menimbulkan kebisingan yang berarti dan dapat diminimalisir," ungkapnya.
Pihak kontraktor menyebut bangunan yang dikerjakan merupakan bangunan sekolah untuk perbaikan pendidikan. Sehingga selayaknya warga untuk memaklumi sementara waktu atas gangguan akibat pengerjaan sekolah tersebut
"Selayaknya kita berlapang dada untuk sementara waktu yang singkat tetapi akan memberikan masa depan lebih baik untuk anak dan cucu dari Kota Bogor yang sama-sama kita cinta ini," tutupnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga