Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada, Krisis Air Bersih di Bogor Sebabkan Dehidrasi, Ini Penjelasan BMKG Soal Musim Kemarau

Septi Nulawam Harahap • Senin, 2 September 2024 | 21:14 WIB
Karena krisis air bersih, BPBD Kabupaten Bogor salurkan air ke wilayah Leuwiliang.
Karena krisis air bersih, BPBD Kabupaten Bogor salurkan air ke wilayah Leuwiliang.

RADAR BOGOR - Meski telah melewati puncak musim kemarau, namun sejumlah wilayah Kabupaten Bogor masih dilanda krisis air bersih.

Terakhir, krisis air bersih melanda warga Kampung Bantar Kopo, Desa Bantarjati, Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan, sebanyak 630 KK atau 2.620 jiwa di wilayah tersebut mengalami krisis air bersih.

"Dikarenakan intensitas hujan yang menurun berkepanjangan di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan debit air sumur warga dan sumber air mengering," ujarnya, Senin (2/8).

Akibat peristiwa tersebut, warga pun mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya.

Untuk itu, BPBD mengirimkan bantuan air bersih kepada sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami krisis air bersih.

"Jumlah total pengiriman air bersih di Kampung Bantar Kopo 5.000 liter atau satu ritase," jelas Adam.

Selain berdampak pada sumber-sumber air, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa musim kemarau ini juga berdampak pada tubuh manusia.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Fatuhri Syabani menerangkan, pada musim kemarau, titik kelembaban menjadi rendah, sementara kecepatan angin tinggi.

"Itu akan memicu penguapan baik di tanah, badan air ataupun tubuh manusia, jadi peluang dehidrasinya cukup tinggi," tandasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #krisis air bersih #bmkg