RADAR BOGOR - Masalah pembangunan SMP negeri baru di Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor yang menimbulkan rasa bising ke warga RT 7 RW 14 Villa Duta belum menemui titik terang.
Pihak kontraktor dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor diklaim, belum menjadwalkan ulang mediasi dengan warga Villa Duta, terkait masalah pembangunan Sekolah satu Atap.
Perwakilan RW 14 Villa Duta Bogor Herlan Bengardi mengatakan, semenjak mereka bertemu dengan mandor proyek sekolah satu atap pada 25 Agustus lalu, belum ada pertemuan lanjutan.
Suara bising masih berlangsung hampir setiap malam.
"Kami sudah sampaikan untuk kerja lebih pagi dan berhenti 7 malam tapi tidak dipenuhi. Kemudian kami datang lagi hari Minggu lalu, proyek mandor cuma bilang kalau hanya Disdik yang bisa berhentikan mereka," katanya, Rabu (4/9/2023).
Ia menjelaskan, warga di RT 7 ini tidak mempermasalahkan soal pembangunan sekolah tersebut.
Mereka memahami bahwa itu untuk kepentingan masyarakat namun pengerjaan pembangunan disebut terlalu lama sampai menganggu warga.
"Kami hanya menawarkan agar pembangunan berhenti sampai jam 7 malam karena suara proyek itu sangat menggangu untuk istirahat. Apalagi banyak warga di perumahan ini orang tua yang tidak bisa mendengar suara bising," jelasnya.
Dirinya juga menyayangkan sikap kontraktor yang seakan tidak memiliki itikad baik dengan warga.
Padahal membangun komunikasi dengan warga sekitar merupakan hal penting saat mengerjakan proyek di suatu tempat.
"Kalau tahu jangka waktu membangunnya pendek, kenapa di ambil proyeknya. Perlu diketahui warga Vila Duta itu pemilik mall dan kontraktor nasional, mereka paham bagaimana menjadwalkan pengerjaan tanpa perlu menzalimi warga yang perlu istirahat," bebernya.
Pihaknya kini telah melayangkan surat langsung ke Pj Wali Kota dan Sekda kota Bogor agar menyelesaikan masalah ini. Dia berharap secepatnya mediasi digelar kembali untuk menyelesaikan hal ini.
"Kami menulis surat untuk ke sekda karena kontraktornya masih ngeyel dan belum memberikan solusi," ujarnya.
Sebelumnya, Ari Syarifudin, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik membenarkan belum ada mediasi lanjutan soal hal ini. Namun dia memastikan akan mencari waktu untuk mediasi. Kontraktor juga telah diminta untuk mengakomodir keberatan warga.
"Kami sudah mengarahkan untuk kontraktor mengkomodir keberatan warga ini karena mengganggu kenyamanan dengan suara pengerjaan proyek," ujarnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga