RADAR BOGOR - Dokter ahli forensik DNA pertama di Indonesia, Djaja Surya Atmadja menceritakan kisah lucu yang dialaminya di kamar mayat, saat bertugas melakukan autopsi korban kebakaran Internusa Bogor, tahun 1996 silam.
Kabar kebakaran Internusa Bogor, yang kini menjadi Lippo Plaza Keboen Raya itu, membuat dia dan dokter ahli forensik se-Indonesia sibuk, dipanggil untuk bertugas autopsi para korban di RS PMI.
Awalnya, Dokter ahli forensik yang kini bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta menceritakan kebakaran Internusa Bogor dari sisi yang ia ketahui. Sebelum akhirnya dia melakukan autopsi korban.
Kata dia, salah satu mal besar di tengah Kota Bogor itu punya sebuah supermarket.
Karyawannya banyak yang tengah melakukan stock opname barang awal, sebelum membuka toko, pada jam buka mal.
Kata Dokter Djaja, karyawan yang mayoritas perempuan semua itu, dikunci dari luar oleh pemiliknya, antisipasi adanya barang supermarket yang keluar tanpa sepengetahuan dia.
Saat para karyawan di dalam, terjadilah kebakaran Internusa Bogor tersebut, yang menyebabkan semua karyawan supermarket itu meninggal dunia.
Dia menyebut, tidak tahu pasti korban yang terbakar di dalam. Namun, Tim SAR yang membawa korban dengan kantong jenazah jumlahnya banyak.
"Karungnya ada 80-an, artinya ada 80 jenazah, diperkirakan," beber dia.
Kabar adanya 80 orang atau kantong jenazah itu disampaikan ke Jakarta, lanjut dr. Djaja.
Karena jumlahnya banyak, kata dia, makanya ada 11 dokter yang diberangkatkan ke Bogor, untuk melakukan autopsi korban kebakaran Internusa itu.
"Wah, kami sudah mikir, satu dokter bisa periksa 7 korban," kata dr Djaja.
Baru, keanehan mulai dirasa para dokter, termasuk dr Djaja saat mulai melakukan pemeriksaan korban.
Dia menemukan banyak paku di dalam kantong jenazah, beserta jasad yang terbakar.
Dia pun mencari lagi bagian badan korban yang tersisa untuk dilakukan pemeriksaan.
"Saya cari lagi, dipegang, ini bukan tulang, cari lagi, oh ini bukan tulang," ceritanya.
"Ternyata, banyaknya kantong jenazah tersebut, berisi manekin, atau boneka yang biasa digunakan pameran baju di mal," lanjut dr Djaja sambil tertawa.
Kisah ini membuat dia dan para dokter di sana merasa lucu.
"Tapi saya juga mikir, ini yang evakuasi di lokasi kebakaran Internusa Bogor cukup telaten, karena memang manekin dan orang jika kebakar, ya bakal sama bentuknya," tandas dr Djaja dalam YouTube X Undercover.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga