Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PKL Jalan Merdeka Bogor Enggan Direlokasi ke Pasar Mawar, Ini Penyebabnya

Yosep Awaludin • Kamis, 5 September 2024 | 13:29 WIB

 

Suasana PKL di Jalan Merdeka
Suasana PKL di Jalan Merdeka

RADAR BOGOR - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) terus beroperasi di area Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Ratusan PKL itu diduga mendapat "perlindungan" dari sejumlah individu melalui uang perlindungan yang dikutip saat berdagang.

Dimana rata-rata PKL Jalan Merdeka diminta uang perlindungan berkisar antara Rp100 ribu dan Rp130 ribu.

Uang ini diyakini mengalir ke berbagai pihak. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa para PKL menyetor uang sebesar Rp100 ribu hingga Rp130 ribu setiap malam kepada sekelompok preman sebagai jaminan tempat berdagang.

Uang yang dikutip oleh sejumlah preman yang berusaha menghalangi Pemkot Bogor untuk merelokasi para PKL ke Pasar Mawar itu, diduga mengalir ke beberapa pihak.

Meskipun ada lokasi baru di Pasar Mawar, para pedagang masih memilih berjualan di pinggir jalan karena beberapa alasan.
Salah satunya adalah intimidasi yang mereka alami saat pindah ke lokasi baru.

Seorang pedagang berinisial SP, yang telah berjualan di lokasi tersebut selama 16 tahun, mengatakan bahwa dia bisa berjualan karena membayar iuran harian sebesar Rp100 ribu hingga Rp130 ribu, serta uang mingguan rata-rata sebesar Rp200 ribu.

“Kami sempat pindah ke Pasar Mawar, tetapi saya diancam supaya tidak pindah. Akhirnya, kami kembali ke sini,” kata SP.

Dia menyatakan bahwa pada dasarnya setuju jika toko dagangannya pindah ke Pasar Mawar.

Para pedagang mengatakan mereka tidak akan mendapatkan barang-barang mereka jika mereka berani pindah ke lokasi baru di Pasar Mawar.

Mereka juga diancam dengan ancaman fisik. "Apa yang akan kami jual jika tidak memiliki barang?" kata SP.

Selain itu, para pedagang menceritakan kesulitan yang mereka alami saat berjualan di lokasi tersebut.

Mereka harus membersihkan toko setiap pagi sebelum mulai berjualan, dan mereka harus melakukannya lagi ketika semuanya selesai.

Ini disebabkan oleh fakta bahwa lokasi mereka berfungsi sebagai pasar tumpah yang tidak permanen.

Pedagang lain di lokasi yang sama menyatakan bahwa dia telah berdagang di lokasi tersebut selama lebih dari satu tahun.

Ia dipungut biaya sekitar Rp100.000 per hari, yang digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan tempat.

"Sebetulnya, saya ingin jualan di tempat yang sudah disiapkan. Namun, mengikuti relokasi terlalu rumit," katanya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Jalan Merdeka #pkl