RADAR BOGOR—Batuk terus-menerus, apalagi di malam hari, pasti akan mengganggu tidur Anda. Ini karena batuk sebenarnya adalah reaksi alami tubuh untuk membersihkan saluran napas dari zat asing atau bakteri.
Batuk memang bisa menjadi sangat parah pada malam hari; itu sebenarnya adalah gejala dari kondisi yang mendasarinya, bukan penyakit.
Batuk terus-menerus di malam hari tidak hanya menjengkelkan, tetapi juga dapat menyulitkan tidur Anda dan pasangan Anda. Apa yang menyebabkan batuk?
Faktor-faktor yang menyebabkan batuk terus-menerus di malam hari
Jika Anda batuk terus menerus di malam hari, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Asma
Asma biasanya menyebabkan mengi, kesulitan bernapas, dan nyeri dada, tetapi terkadang juga menyebabkan batuk, dan gejalanya biasanya lebih buruk di malam hari.
Infeksi saluran pernapasan atas dapat menyebabkan batuk terkait asma, yang bisa memburuk di malam hari ketika Anda terpapar suhu dingin atau alergen tertentu, seperti debu.
2. GERD
Ketika isi perut kembali ke kerongkongan, ini dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan batuk kronis. Ini dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD).
GERD dapat menjadi penyebab batuk terus-menerus di malam hari yang disertai dengan gejala lain seperti mulas, muntah, atau bersendawa.
3. ISPA (infeksi saluran pernapasan akut)
Setelah mengalami ISPA terkadang, saluran pernapasan mungkin meradang. Ini dapat menyebabkan saluran pernapasan menjadi lebih sensitif dan hiperreaktif, menyebabkan batuk terus-menerus.
Itu terjadi, tetapi tidak jelas mengapa. Mungkin karena saraf di saluran pernapasan atau saluran pernapasan itu sendiri menjadi lebih sensitif. Produksi lendir tubuh yang meningkat juga bisa menjadi penyebabnya.
Meminum obat batuk dapat mengurangi batuk, peradangan, dan lendir, tetapi biasanya batuk ini akan sembuh dengan sendirinya.
4. Postnasal drip
Kapan saja hidung atau sinus teriritasi atau meradang, bisa terjadi postnasal drip, juga dikenal sebagai sindrom batuk saluran napas atas. Ini menyebabkan lendir mengalir ke tenggorokan, menyebabkan batuk.
Banyak penyebab postnasal drip, seperti pilek, infeksi sinus, dan alergi, seperti hay fever, dapat menyebabkan batuk kering atau sedikit lendir.
Ada beberapa indikasi bahwa postnasal drip dapat menyebabkan batuk terus-menerus di malam hari:
- Ada sensasi cairan menetes di bagian belakang tenggorokan
- Ada perasaan bahwa Anda perlu membersihkan tenggoroka
- Suara menjadi serak
- Cairan keluar dari hidung
Postnasal drip dapat pulih secara bertahap. Dokter mungkin menyarankan pengobatan seperti semprotan hidung steroid, antihistamin, atau jenis semprotan hidung yang dijual bebas lainnya. Obat resep mungkin bermanfaat dalam beberapa situasi.
Selain faktor-faktor yang disebutkan di atas, batuk terus-menerus di malam hari juga dapat merupakan akibat yang serius.
Dokter harus dihubungi segera jika Anda mengalami batuk terus-menerus bersama dengan salah satu gejala berikut: demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, sesak napas (kesulitan bernapas), sakit dada, kelemahan, mual muntah, dan penurunan berat badan.
5. Penyakit jantung
Anda mungkin mengidap masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gagal jantung, jika Anda batuk sering di malam hari.
Ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh, gagal jantung terjadi. Akibatnya, darah dan cairan mulai menumpuk di beberapa area tubuh, seperti kaki dan paru-paru.
Penumpukan cairan di paru-paru dapat menyebabkan edema paru. Batuk terus-menerus adalah salah satu gejala awal pengidapnya.
Pengidap batuk akibat gagal jantung ini mungkin mengalami gejala tambahan seperti pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki serta detak jantung yang cepat atau tidak teratur. (***)
Editor : Yosep Awaludin