Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Psikiater PKJN RSMM Bogor Beberkan Cara Merespons Seseorang yang Akan Mengakhiri Hidupnya

Reka Faturachman • Sabtu, 7 September 2024 | 14:01 WIB

 

Psikiater dan Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Jiwa Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, dr.Lahargo Kembaren.
Psikiater dan Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Jiwa Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, dr.Lahargo Kembaren.

RADAR BOGOR - Psikiater di RSMM Bogor ungkap cara merespon seseorang yang berencana mengakhiri hidupnya dengan cara tak wajar.

Menurut psikiater RSMM Bogor, seseorang yang mengakhiri hidup ataupun masih mencoba, sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mengakhiri hidupnya.

Seseorang yang ingin mengakhiri hidup, kata psikiater RSMM Bogor, sebenarnya ingin penderitaan atau konflik yang dialaminya cepat berakhir.

Fakta itu diungkap Psikiater dan Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Jiwa Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, dr.Lahargo Kembaren.

Kata dia, mengakhiri hidup yang menjadi pilihan mereka, karena seolah tidak ada bantuan lain yang bisa diharapkan.

Ia menjelaskan setiap orang memiliki risiko untuk melakukan tindakan itu, jenis kelamin, suku budaya, latar belakang pendidikan dan pekerjaan.

Perilaku itu disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks dan tidak ada penyebab tunggal.

"Ada beberapa tanda dan gejala. Misalnya berbicara tentang keinginan untuk mati atau ingin mengakhiri hidup, berbicara tentang perasaan kosong, hampa dan tidak punya alasan untuk hidup, merasa bersalah dan malu yang sangat berat, hingga merasa menjadi beban yang berat bagi orang lain," terangnya.

Selain itu terdapat pula gejala lain meliputi berprilaku cemas dan agitasi, menarik diri dari keluarga dan teman, semakin sering berbicara dan berpikir tentang kematian, menuliskan di media sosial mengenai kematian.

Lahargo menerangkan apabila terdapat gejala dan faktor risiko mengenai perilaku tersebut maka perlu segera dilakukan penanganan. 

Hal–hal yang bisa dilakukan antara lain adalah melakukan komunikasi dan pendampingan yang intensif untuk memastikan apa yang dikhawatirkan tidak benar.

"Sampaikan bahwa dia tidak sendirian, ada banyak yang mau dan bersedia membantu. Dengarkan keluhannya tanpa menghakimi. Lalu berikan respon krisis dengan segera sesuai dengan tingkatan level risiko mengakhiri hidup. Tawarkan bantuan dan bawa konsultasi ke profesional kesehatan jiwa yang akan memeriksa dan memberikan penatalaksanaan yang sesuai," terangnya.

Setelah itu berusalah untuk proaktif untuk menawarkan bantuan ketika muncul ide-ide bunuh diri lagi dengan meninggalkan nomor telepon.

Serta pindahkan benda-benda yang berbahaya yang bisa menjadi alat untuk melakukan bunuh diri.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #Mengakhiri hidup #psikiater #rsmm