RADAR BOGOR - Himpunan Profesi dan Peminat Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HIPOTESA) IPB University, kembali menggelar Hipotex-R, Sabtu (07/9/2024).
Pada tahun 2024 ini, merupakan tahun ke-21 Hipotex-R diselenggarakan, yang diawali dengan kegiatan seminar nasional bertajuk, Ámbisi Hilirisasi 2045: Visi atau Ilusi?
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IPB University Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menerangkan, untuk menjadikan hilirasi sebagai visi 2045 perlu adanya wadah yang menjembatani riset dari tiap tiap universitas.
Karena, Ernan Rustiadi menyebut, yang demikian itu sangat berperan penting untuk kebutuhan industri agar bisa menciptakan hiliriasi yang efektif.
“Bukan hanya menciptakan nilai tambah produk, tetapi juga memastikan riset dan inovasi kita sampai ke dunia industri,” ujar Ernan Rustiadi.
Oleh karenanya dalam seminar nasional tersebut membahas 3 tema penting guna menunjang terwujudnya visi hiliriaasi yang efektif 2045.
Dimulai dari Government Sector yang diisi oleh Tubagus Nugraha, Ia merupakan Deputy Asisstant of Investment and Mining Coordination – Coordinating Ministry for Maritime & Investment Affairs Republic of Indonesia.
Dalam paparannya Tubagus Nugraha menyampaikan bahwa, setidaknya ada 3 aspek prioritas yang penting untuk keberlangsungan perjalanan hilirisasi di Indonesia.
“Transfer teknologi, penguatan tenaga kerja lokal yang terampil, dan kepatuhan terhadap ESG (Environmental, Social, and Governance) adalah aspek prioritas yang harus kita perhatikan dalam perjalanan hilirisasi ini,” jelas Tubagus Nugraha.
Tidak cukup sampai disitu, seminar nasional yang diselenggarakan di Auditorium FEM IPB University itu juga menbahas tentang Business Sector yang disampaikan oleh Al Jufri sebagai Senior Vice President of Business Development & Strategy, PT Indonesia Asahan Alumunium.
Dalam materinya Al Jufri menyebut, salah satu sektor bisnis yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi yakni hilirisasi alumunium.
Sebab menurutnya, hilirisasi industri aluminium mampu memberikan nilai tambah hingga 15 kali lipat, namun dalam hal ini, ia menyebut perlu adanya kolaborasi dalam pengembangan proyek alumunium tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan, yang terintegrasi dengan target kapasitas produksinya mencapai 900 ktpa pada 2028 dan 1.500 ktpa pada 2030.
Jika hal itu terjadi, sambung dia, akan berkontribusi terhadap percepatan ekonomi negara. ungkapnya.
Seminar nasional yang menjdi rangkaian kegiatan Hipotex-R 2024 ini juga membahas tentang Academic Sector, yang disampaikan langsung oleh Researcher of Center of Industry, Trade, and Investment, INDEF, Ahmad Firdaus.
Dalam paparannya Ia menjelaskan bahwa hilirisasi nikel juga menjadi hal yang sangat penting untuk Indonesia 2045, dan menurutunya, yang demikian itu sudah menunjukkan dampak positif terhadap ekspor dan pengurangan pengangguran.
“Namun kita belum melihat penyerapan optimal tenaga kerja lokal dan masih ada daerah industri yang terjebak dalam kemiskinan,” pungkas Ahmad Firdaus
Sehingga dari 3 tema yang dibahas dalam seminar nasional tersebut, Hipotesa IPB University bakal berkomitmen untuk menjadikan ambisi hilirisasi 2045 sebagai visi yang bisa diwujudkan, bukan sekadar ilusi yang hilang ditelan waktu.
Perlu diketahui, dalam helaran Hipotex-R ke-21 ini, juga diwarnai dengan berbagai macam kegiatan menarik lainnya, seperti, Lomba Hipotex-R, serta Malam Apresiasi Hipotex-R. (Cr1)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim