RADAR BOGOR - Sebanyak dua kampung di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua mengalami krisis air bersih.
Ratusan keluarga di Citeko Bogor itu mengaku kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau, sejak Agustus 2024.
Padahal, kampung Citeko berada di kawasan Puncak Bogor, yang dikenal sebagai daerah resapan air dengan dikelilingi perkebunan dan pegunungan.
Kepala Desa Citeko, Sahrudin mengatakan akan mengecek langsung ke dua kampung tersebut untuk memastikan kebutuhan air bersih warganya tercukupi.
"Nanti saya cek apa masih krisis air di Kampung Citeko dan Citeko Panjang," ucapnya kepada Radar Bogor, Minggu (8/9).
Dia mengakui bahwa kampung tersebut menjadi langganan krisis air bersih. Terutama saat dilanda musim kemarau panjang.
Namun demikian, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah pemilik tempat wisata di desanya untuk membantu menyalurkan air bersih ke warga terdampak.
"Saya kira sudah tercukupi setelah ada bantuan pipa dari Kampung Ulin," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 194 KK atau 885 jiwa di Kampung Citeko dan Citeko Panjang terdampak krisis air bersih.
BPBD pun telah mengirimkan bantuan sebanyak 10 ribu liter air ke wilayah tersebut.
Warga Kampung Citeko Panjang RT 02/09, Devi Suryati menuturkan bahwa dirinya kesulitan mendapat air bersih sejak Agustus 2024.
Menurutnya, sedikitnya air yang mengalir ke warga disinyalir akibat kian maraknya pembangunan wisata di wilayah tersebut.
"Sekarang kan sudah banyak tempat wisata di atas, jadi airnya sedikit ke sini. Ini kan sumber airnya dari gunung," tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga