RADAR BOGOR-Mengantisipasi kekeringan dan kebakaran hutan di musim kemarau yang melanda Bogor saat ini, Relawan Indonesia Pembela Alam atau disingkat RIMBA melakukan monitoring kawasan yang rentan dengan kebakaran hutan.
Ketua RIMBA, Wiwid Arengga mengatakan kekeringan lahan atau sulit air untuk kebutuhan warga, memerlukan penanganan cepat tanggap agar bisa segera diatasi.
"Monitoring ini sebagai bentuk kepedulian RIMBA pada masyarakat. Lebih awal kita monitoring lebih baikkan," ucap Wiwid Arengga.
Tidak hanya monitoring, RIMBA juga melakukan komunikasi, koordinasi dan memfasilitasi masyarakat untuk selalu siaga.
"Untuk mengurangi resiko bencana perlu adanya kerjasama antara masyarakat dan lembaga terkait dalam menyikapinya atau mitigasi keadaan setiap musim," tutur Wiwid.
Selain monitoring kawasan rentan kebakaran hutan, angggota RIMBA juga diminta untuk tetap siaga dan monitoring kawasan hulu sungai.
RIMBA didirikan bersamaan dengan proses Revitalisasi Talaga Saat Titik Nol KM Ciliwung pada April 2018, diprakarsai Danrem 061/SK yang saat itu dijabat M. Hasan.
Kegiatan RIMBA lebih fokus kepada dua hal yakni pokok kemanusiaan dan penyelamatan lingkungan hidup. Seperti penyelamatan sumber air, menjaga dan penyelamatan kawasan konservasi hutan.
Kemudian penyelamatan dan monitoring sungai - sungai, penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan serta mitigasi potensi bencana alam. Termasuk juga pendidikan dan kampanye lingkungan hidup. (mer)
Editor : Yosep Awaludin