RADAR BOGOR - Sebanyak tiga desa di Bogor, khususnya di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor harus rela bergantian mengambil air sungai di Kampung Tegal Mukti untuk kebutuhan sehari-hari akibat terdampak kekeringan kemarau panjang.
Desa di Bogor yang mengalami kemarau panjang tersebut, yaitu di Desa Sukagalih, Weninggalih dan Sirnajati.
Ketua RT 11 Desa Weninggalih Bogor Agus Setiawan (45) mengatakan, mereka rela bergantian untuk mengambil air di sungai untuk memenuhi kebutuhan, karena kemarau panjang membuat mereka kesulitan mendapat air bersih.
"Warga di sini ngambil air ke kali kecil di bawah itupun diambil oleh tiga desa, Desa Sukagalih, Weninggalih, Sirnajati ngambil dari situ," kata Agus, Senin (9/8/24).
Karena, kata dia, di wilayah tersebut masih terdapat kekurangan mata air atau sumur bor, sehingga rela mengambil air secara bergantian.
"Sumur bor belum ada, kalau sumur gali ada dan ini satu-satu sumur saya yang bisa diambil airnya untuk warga, itupun bergiliran ngambilnya," jelasnya.
Agus juga mengeluhkan, meski warga rela mengambil air di sungai Cicadas itu, namun air tersebut tidak bisa digunakan untuk minum sehingga beberapa warga rela untuk membeli air.
"Ke kali Cicadas. buat nyuci, mandi dari situ tapi buat minum separo dari air galon isi ulang kalo ga ada uang ngambil dari sumur saya disini untuk minum," keluhnya.
Selama kekeringan berlangsung, hampir setiap warga pagi dan sore rela mengantri untuk mengambil air sungai tersebut.
Sebab itu, Agus berharap kepada Pemkab Bogor bisa dapat memberikan bantuan berupa Sumur Bor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dikala dilanda kekeringan seperti saat ini.
"Harapan warga ada sumur bor, kita juga kadang malam sampe kepikiran gimana caranya kita bisa ingin membantu warga suatu saat kekeringan ngambil air bersih nya ga jauh," terangnya
"Ya, kedepannya mudah-mudahan dapat bantuan untuk warga, apa yang warga butuhkan," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga