RADAR BOGOR-Aksi perundungan atau bullying di sekolah bukan barang baru lagi. Tiap generasi selalu saja ada pelaku maupun korbannya.
Tak ingin hal itu menjadi masalah serius di kemudian hari, mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 9 mengadakan seminar tentang boundaries diri untuk menghindari perundungan yang berlangsung di SMPN 1 Ciomas, Senin (2/9) pekan lalu.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa akan bahaya bullying, namun juga membekali mereka dengan pengetahuan untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut. Selain dari itu, mereka juga dibekali boundaries diri agar mengetahui batasan diri.
Tujuannya agar mereka juga dapat bermanfaat untuk pencegahan bullying kepada teman-teman mereka. Kegiatan inti program ini meliputi seminar, penyampaian materi dan diskusi oleh mahasiswa KKM program studi Bimbingan dan Konseling Islam. Yakni Dea Khoerunisa dan Nisha Maulia. Para siswa diajak untuk mendiskusikan hal apa yang ingin mereka tanyakan tentang boundaries diri dan bullying.
Ketua KKM Kelompok 9 IUQI Bogor, M. Al Ghifari mengatakan, tujuan seminar tidak hanya ingin siswa mengetahuiapa itu bullying, tetapi juga bagaimana cara apa saja batasan diri yang harus dimiliki setiap indiividu agar tidak adanya hal negative yang terjadi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat mengetahui sampai mana batasan diri mereka agar mencegah terjadinya bulying,” katanya.
Ghifari menambahkan, ada strategi pencegahan dan penanganan yang dilakukan untuk terhindar dari perundungan. Meliputi edukasi dan kesadaran. Kemudian kebijakan sekolah, dukungan psikologis, pemberdayaan siswa serta kolaborasi komunitas. “Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah bullying dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua anak,” tukasnya. (*)
Editor : Muhammad Ruri Ariatullah